2 Buku yang Menjadi Dasar Filosofi Samsung

Samsung di era tahun 90an dianggap sebagai perusahaan kelas dua. Di kawasan Amerika Serikat dan Eropa, beragam produk elektroniknya saat itu sering dianggap produk murahan, sehingga banyak toko dan supermarket yang memajang produk Samsung di pojok-pojok ruangan, bukan di etalase utama. Hal tersebut membuat sang pemimpin perusahaan, Lee Kun Hee merasa tertantang untuk menjadikan Samsung sebagai brand kelas dunia, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang tak menggembirakan dan sistem manajemen perusahaan yang tak efektif.

Samsung mengeluarkan dua buku yang berjudul Manajemen Baru Samsung dan Terminologi Samsung: Mari Satukan Visi. Buku tersebut merupakan buah karya dari Lee Kun Hee yang ditulis berdasarkan rangkuman data dan informasi yang ia berhasil kumpulkan selama ini. Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat menjadi pelecut semangat para pekerja dan keluarga besar Samsung. Lee Kun Hee pun mendistribusikannya ke seluruh jajaran dan bawahan dalam perusahaan Samsung. Hampir setiap pagi semua karyawan Samsung diminta untuk membaca dan memahami baik-baik isi dari kedua buku tersebut. Beliau mengadakan sesi dialog yang berdurasi satu jam.

produk elektronik samsung

"Ganti semuanya, kecuali istri dan anak Anda!"


Demikianlah bunyi filosofi pertama yang menyedot perhatian dan mengundang tawa seluruh peserta dialog, termasuk jajaran direksi dan masyarakat yang ikut menonton dialog tersebut. Maksud dari perkataan tersebut adalah bahwa Lee Kun Hee menginginkan agar ada perombakan yang mendasar dalam setiap individu yang tergabung dalam Samsung, mulai dari struktur perusahaan hingga visi misi dan cara pandang setiap pekerja. Permasalahan struktural yang melanda Samsung kala itu harus dirombak total, dan dasarnya adalah dari hati masing-masing.


Lee Kun Hee merupakan sosok yang penuh perhitungan dan kritis terhadap segala hal. Dia seorang yang aktif dan dinamis. Dia menjawab segala kritikan dengan bukti. Bahkan ada masyarakat yang memberikan kritikan pedas. 
"Apakah seorang pimpinan di perusahaan besar sekelas Samsung itu tidak punya kesibukan selain memberikan kuliah umum kepada para karyawannya?"

Kritikan itu dijawab dengan bukti. Diam-diam Lee Kun Hee tetap melanjutkan aktivitas kuliah umumnya. Dia telah melakukannya lebih dari seribu jam. Pembuktian tersebut membuat kesadaran dan mengubah pola pikir dan cara kerja para karyawannya. Lee Kun Hee sukses mengubah perusahaan Samsung sampai ke akar-akarnya. Usaha pengubahan totalitas tersebut perlu perjuangan besar, mulai dari pucuk pimpinan hingga staf terbawah.

Pencapaian prestasi Lee Kun Hee dalam mengubah kinerja Samsung tidak terlepas dari evaluasi data yang ia lakukan. Menurutnya, semakin banyak data yang berhasil dikumpulkan, berarti semakin jelas gambaran informasi dan persepsi yang kita miliki. Pengumpulan data mutlak dilakukan agar bisa memenangkan kompetisi dan hidup makmur di dunia digital sekarang ini.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait