10 Tren Teknologi yang Akan Populer versi Ericsson

Teknologi bergerak amat cepat dan seolah-olah menuju hal yang sulit dipercaya. Ada hal yang dulu dianggap sebagai khayalan belaka, ternyata kini betul-betul menjadi kenyatan. Mungkin dulu tak ada yang pernah membayangkan jika jam tangan bisa berfungsi layaknya smartphone. Atau juga sebuah mobil ternyata bisa berjalan sendiri secara otomatis. Hal ini tak jauh berbeda dengan cerita film kepahlawanan yang dulu pernah populer. Kemajuan teknologi yang berkembang pesat membuat para konsumen tidak pernah sabar untuk menantikan tren teknologi terbaru. Lalu produk teknologi apa yang akan menjadi kenyataan di tahun depan?

Salah satu perusahaan teknologi dunia yang mungkin sudah cukup anda kenal, yakni Ericsson, baru-baru ini telah mau mempublikasikan riset terbarunya mengenai tren konsumer terhadap teknologi. Dalam laporan tersebut terungkap bahwa masyarakat semakin mempercayai adanya kecerdasan buatan atau yang sering sebut dengan istilah Artificial Intelligence. Teknologi AI Merupakan terobosan baru bagi manusia dalam berinteraksi atau menggunakan object yang berbasis teknologi tanpa lagi menyentuh layar. Dalam lima tahun ke depan, teknologi layar sentuh akan dianggap ketinggalan zaman.

tren teknologi

Selain itu laporan yang dikeluarkan perusahaan Ericsson tersebut juga mendeskripsikan bahwa kemajuan teknologi terhubung akan bergerak lebih cepat dari sebelumnya, dan konsumen dapat mengadopsi dinamika teknologi itu dengan sangat baik. Beberapa produk dari penerapan teknologi tersebut menurut presiden direktur Ericsson Indonesia Thomas Jul mungkin akan terkesan sangat cepat. Dalam laporan riset Ericsson diungkapkan 10 tren teknologi yang diimpikan oleh para konsumen teknologi serta populer di dunia, yakni:

1. The Lifestyle Network Effect
Kehadiran mobile phone ternyata mengubah gaya hidup masyarakat yang menjadi lebih tentatif. Konektivitas yang terjadi menghasilkan sharing economy. Satu dari tiga pengguna ponsel secara tidak langsung berperan dalam sharing economy tersebut.

2. Streaming Natives
Generasi streaming natives merupakan generasi yang lahir di era streaming digital, dimana akses data semakin cepat. Generasi sebelumnya disebut digital natives, yakni orang yang lahir di masa teknologi digital telah menjadi bagian hidup sehari-hari.

3. Al Ends The Screen Age
Teknologi semakin berkembang ke arah non-screen, dimana interaksi dengan produk teknologi tak lagi memakai layar sentuh. Diperkirakan teknologi layar sentuh menjadi sesuatu yang kuno, dan digantikan dengan kecerdasan buatan.

4. Virtual Gets Real
Orang menginginkan teknologi virtual akan tampak lebih nyata, sehingga menonton sepakbola atau pun video call terlihat lebih nyata, bahkan 44 persen responden ngarap mampu mencetak makanan dengan teknologi printer 3D.

5. Sensing Homes
Tren yang mungkin muncul adalah rumah yang bisa berinteraksi dengan penghuninya. Dengan teknologi AI, rumah dapat memberitahukan majikannya tentang situasi dan kondisi rumah, seperti peringatan rayap, tikus, atap bocor, suhu yang terlalu panas, dan sejenisnya.

6. Smart Commuters
Riset Ericsson menunjukkan 68 persen responden berharap agar komuter bisa menggunakan waktunya secara berguna dan bisa menghadirkan layanan terpersonalilasi.

7. Emergency Chat
Jaringan sosial merupakan cara yang digemari untuk menghubungi layanan darurat. Enam dari sepuluh konsumen mempunyai ketertarikan terhadap aplikasi yang bisa menyediakan informasi tentang bencana alam.

8. Internable
Teknologi yang juga ingin diharapkan hadir di tahun ini adalah sensor internal yang dapat mengukur kondisi kesehatan kita. Diperkirakan delapan dari sepuluh pengguna akan menerapkan teknologi ini untuk meningkatkan sensor penglihatan dan kemampuan kognitif.

9. Everything Gets Hacker
Hacking dan virus dipercaya terus menjadi masalah serius bagi pengguna mobile gadget. Satu dari lima orang menjadi lebih percaya kepada perusahaan yang pernah dihack.

10. Netizen Journalist
Konsumen akan menjadi jurnalis mandiri yang bisa menyiarkan beragam berita melalui media sosial. Lebih dari sepertiga memiliki keyakinan bahwa menyebarkan suatu masalah di media sosial akan lebih berdampak luas daripada melapor ke pihak berwenang.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait