Bisnis Ini Raih Omset Ratusan Juta Rupiah di Akhir Tahun

Setiap menjelang akhir tahun, orang -orang akan mulai disibukkan dengan beragam aktivitas untuk menyambut tahun baru. Seperti biasanya, sebagian orang akan mulai merencanakan untuk liburan dan bersenang-senang. Nah bisnis yang mengakomodasi kebutuhan akhir tahun tersebut tentu akan meraih peningkatan omset yang cukup signifikan, diantaranya jasa perhotelan dan pusat - pusat rekreasi.

Selain bisnis tersebut, usaha yang juga kinclong menjelang penutupan tahun adalah bisnis jasa pengiriman barang. Kisah sukses peningkatan omset bisnis pengiriman barang yang sudah dirasakan adalah PT Rosalia Express.

Bisnis jasa pengiriman kendaraan bermotor
Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, menurut pengakuan Edwin Faizal (Sales Operasional PT Rosalia Express), di akhir tahun perusahaannya mengalami kenaikan arus pengiriman barang untuk tujuan luar kota terutama untuk barang pakaian, makanan dan minuman, barang tertentu, dan termasuk juga pengiriman motor. Hal ini membuat perusahaan mampu meraih omset Rp 130 juta per bulan.

Edwin menambahkan bahwa untuk penutupan tahun 2015 ini, paket pengiriman barang yang mendominasi adalah pengiriman kendaraan bermotor yang meningkat 100%, dimana biasanya hanya 7 unit motor per hari, namun di menjelang akhir tahun ini mencapai 15 unit per hari.

Edwin mengakui bahwa akhir tahun ini, perusahaannya terkendala dengan permintaan jasa pengiriman yang overload, sehingga membuat proses dan estimasi pengiriman menjadi agak lebih lama. Namun perusahaanya mengklaim menyediakan jasa pengiriman kendaraan sepeda motor dengan harga lebih murah dari perusahaan jasa pengiriman lain. Misalnya, tarif jasa pengiriman kendaraan bermotor dari Bekasi ke Purwokerto atau ke Semarang adalah Rp 356.000, wilayah Malang ke Surabaya Rp 376.000, dari Sragen ke Ngawi Rp 356.000, Solo-Jogja Rp 350.000, dan pengiriman ke Jember - Probolinggo - Pasuruan adalah 440.000 rupiah.

Kondisi terbalik di akhir tahun 2015 ini dirasakan oleh bisnis penyewaan pesawat (private jet)dan helikopter. Menurut pengakuan Denon Prawiraatmadja (Ketua Indonesia Air Carrier Association (INACA) Bidang Penerbangan Tidak Berjadwal) seperti yang dilansir dari Detik.com, permintaan jet carter untuk tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, bahkan diperkirakan omsetnya turun 50% dibandingkan tahun lalu. Mengapa hal ini bisa terjadi, padahal akhir tahun merupakan peak seasion? Ternyata salah satu faktor penyebabnya adalah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat karena harga sewa pesawat memakai kurs dolar.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait