Perbedaan dan Tantangan Bekerja di Australia dan Indonesia

Saat ini ada lebih dari 17.000 mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Australia. Tiga kota yang menjadi pilihan para mahasiswa Indonesia itu adalah Sydney, Melbourne, dan Perth. Berdasarkan pengalaman - pengalaman sebelumya, tak sedikit para lulusan yang akhirnya memutuskan untuk bekerja dan berkarir di Australia.

Apakah faktor pendorong yang membuat mereka lebih memilih bekerja di negeri kanguru tersebut?
Dilansir dari Liputan 6 dan Karir.com, besaran dan aturan penggajian karyawan atau UMP di Australia telah ditetapkan secara detail, sesuai dengan bidang industri dan per jejang karir. Sebagai contoh, di Australia kisaran gaji untuk seorang karyawan bank adalah 23-32 dolar Australia per jam, atau lebih kurang Rp 225.000 - 315.000 per jam.

kota australia
Jika seorang staf bank mendapat gaji 25 AUD per jam, maka dalam sehari staf tersebut menerima penghasilan sebesar 200 AUD (8 jam kerja x 25 AUD). Bila dalam sebulan terdapat 22 hari kerja, maka total gaji yang diperoleh karyawan  bank tersebut adalah sebesar 4.400 AUD atau kurang lebih 43.225.000 rupiah.

Nilai gaji yang besar tersebut mungkin cukup menggiurkan untuk para pencari kerja di Indonesia. Namun angka tersebut tidaklah cukup besar untuk biaya hidup di Australia yang terkenal cukup tinggi. Misalnya untuk biaya parkir di CDB (Central Business District) dalam satu hari bisa mencapai puluhan dolar. Sementara biaya sewa apartemen dan biaya makan juga cukup tinggi. Sehingga, mereka yang memperoleh penghasilan Rp 20 juta per bulan hanya akan cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Banyak orang yang bilang, gaji minimal yang layak untuk hidup di Australia adalah berada di angka Rp 30 juta per bulan.

Apa sajakah plus minus bekerja dan berkarir di Australia?

1. Memiliki aturan main yang jelas yang diterbitkan oleh pemerintah di sana. Dibuat secara terperinci mulai dari jam kerja, aturan jaminan kesehatan, rincian gaji, dan aspek lainnya.

2. Sebagian besar infrastruktur dan fasilitas umumnya sudah tertata rapi dan modern, sehingga memberikan rasa nyaman bagi para pekerja.

3. Banyak tempat - tempat wisata yang menarik dan taman terbuka, khususnya di kota Melbourne, sehingga saat memanfaatkan hari libur kerja, tidak harus pergi ke mall dan supermarket untuk refreshing.

4. Tantangan terberatnya bagi para TKI adalah jauh dari keluarga, sehingga hal ini menjadi alasan utama bagi para profesional yang memilih berhenti berkarir di Australia.

5. Standar biaya hidup yang tinggi membuat anda harus pandai-pandai mengatur keuangan dan berhemat.

Jika kita bandingkan berkarir di dalam negeri, khususnya di ibu kota Jakarta, seperti apakah kelebihan dan kekurangannya?

Saat ini, upah minimum provinsi (UMP) di kota Jakarta berada di kisaran Rp 3 jutaan rupiah, dan hal ini sudah bisa memenuhi kebutuhan dasar hidup di kota metropolitan tersebut. Plus minus bekerja dan berkarir di Indonesia, dalam hal ini di kota Jakarta antara lain:

1. Jaringan transportasi yang semrawut. Jakarta dikenal sebagai kota termacet di Indonesia. Anda harus berangkat ke kantor (tempat kerja) pagi-pagi buta agar tidak terjebak kemacetan. Layanan transportasi umum pun sering mendapat keluhan dari masyarakat. Hal inilah yang menjadi pemicu munculnya layanan transportasi roda dua Go-Jek.

2. Polusi yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan. Jika kita bandingkan dengan suasana lingkungan kota di Australia, mungkin ada banyak perbedaan yang mencolok. Asap knalpot dan suara bising dari kendaraan umum dan pribadi merupakan sahabat setia yang menemani perjuangan menuju ke tempat kerja.

3. Nilai plusnya adalah lebih dekat dengan keluarga, terutama yang tinggal bersama di Jakarta dan sekitarnya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait