Mengapa Minimarket Alfamart dan Alfamidi Dibangun Berdekatan?

Jika di wilayah anda terdapat mini market Alfamart, maka kemungkinan besar tak jauh dari lokasi tersebut, anda akan menemukan mini market Alfamidi. Mengapa kedua merek mini market tersebut dibangun di lokasi yang berdekatan? Alfamart dan Alfamidi merupakan brand minimarket yang sudah cukup familiar di Indonesia. Kedua merek mini market ini berada di bawah naungan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang terus melakukan ekspansi bisnis ke berbagai pelosok tanah air, sehingga kini kedua merek toko swalayan mini tersebut telah banyak merambah ke perkampungan. Namun yang cukup mengherankan adalah mengapa kedua toko swalayan tersebut didirikan berdekatan?

Menurut Nur Rachman selaku Corporate Communication GM Alfamart, mengungkapkan bahwa dalam menentukan lokasi bangunan, pihak perusahaan menerapkan konsep PPS atau Pasar Persaingan Sempurna dalam prinsip ekonomi. Menurut beliau, seperti yang dilansir dari Bisnis.com, bahwa model PPS yang memiliki ciri terdapatnya lebih dari satu pengusaha dengan produk jual yang sama, merupakan bentuk pasar yang paling ideal.

minimarket alfamartHal ini berarti bahwa jika di suatu kawasan sudah terdapat Alfamart, maka bisa dipastikan bahwa di seputaran lokasi tersebut telah lolos uji kelayakan bisnis dan memiliki potensi pasar yang menjanjikan. Sehingga para pengusaha lain yang memiliki bisnis serupa yang ingin membuka cabang baru tidak perlu lagi bersusah payah melakukan riset lokasi bisnis. Sebenarnya dalam mendirikan sebuah mini market di suatu lokasi, ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangannya, misalnya kepadatan penduduk, kepadatan lalulintas yang dilalui di sekitar mini market, target segmen konsumen yang tepat, serta lingkungan sosial yang mendukung.

Secara tidak langsung, ada keuntungan yang bisa dirasakan masyarakat (konsumen) jika di daerahnya terdapat beberapa mini market yang lokasinya berdekatan. Mereka dapat dengan mudah memilih dan melakukan perbandingan terhadap harga, kuantitas dan kualitas produk yang tersedia. Mau tidak mau, pihak mini market pun akan melakukan persaingan bisnis secara fair untuk menggaet dan memuaskan konsumen dengan bandrol harga yang wajar.

Jumlah mini market di Indonesia tampaknya terus mengalami pertumbuhan. Menurut data yang diterbitkan Nielsen, tercatat pertumbuhan mini market di tanah air per September 2015 rata-rata mencapai 12,7%. Sedangkan pertumbuhan supermarket dan hypermarket berada pada angka 3,6%. Laju pertumbuhan mini market yang tinggi tersebut disebabkan beragam faktor, salah satunya adalah dana investasi dan space lokasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Nur mencontohkan, masyarakat yang tertarik memiliki usaha toko Alfamart bisa mewujudkannya melalui sistem waralaba (franchise) dengan modal Rp 400 juta saja, di luar biaya biaya pengadaan lokasi.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait