Kebijakan Penggunaan Rupiah Justru Merugikan Bisnis Ini

Peraturan yang diterbitkan pemerintah dalam hal kewajiban menggunakan mata uang rupiah dalam setiap transaksi, ternyata ada dampak buruknya. Salah satunya adalah industri minyak dan gas bumi di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam. Menurut penjelasan OK Simatupang yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kota Batam, mengungkapkan bahwa banyak kontrak kerja yang hilang atau dibatalkan akibat kebijakan penggunaan rupiah yang jumlahnya cukup siginifikan.

Berdasarkan pengakuan Simatupang, seperti yang dilansir dari Republika, bahwa saat ini kinerja pada sektor industri minyak dan gas bumi mengalami penurunan hingga 70-80 persen. Hal ini tidak terlepas dari dampak kebijakan penggunaan rupiah.

kebijakan penerapan rupiah

Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?
Menurut beliau, banyak pihak asing yang ragu untuk menggunakan mata uang rupiah dalam transaksi bisnisnya, sehingga banyak di antara mereka yang membatalkan atau mengundurkan diri dari kontrak kerjasama dengan para pelaku usaha lokal di sektro inyak dan gas bumi.

Fluktuasi nilai rupiah yang masih kurang stabil dibandingkan dolar AS atau dolar Singapura mungkin menjadi penyebab mereka ragu meneruskan kerjasama tersebut. 

Nah, melihat kondisi tersebut, tampaknya pemerintah pusat perlu mengkaji kembali penerapan kebijakan mewajibkan penggunaan rupiah tersebut, atau mungkin ada peraturan khusus yang bisa menjembatani kepentingan semua pihak.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait