Ini Kelemahan Produk UKM Indonesia versi Menteri Perdagangan

Di tengah kelesuan dan perlambatan ekonomi global, termasuk yang dialami Indonesia, maka produk karya Usaha Kecil Menengah (UKM) nasional dapat menjadi salah satu pendongkrak ekonomi nasional. Menurut pendapat Menteri Perdagangan (Mendag), Thomas Trikasih Lembong, mengungkapkan bahwa saat ini sebagian besar produk UKM nasional memiliki kualitas dan konsistensi mutu yang baik dan terjamin.

Namun, dibalik kualitasnya yang bagus, ternyata produk - produk UKM Indonesia masih memiliki beberapa kekurangan yang menyebabkan masih kalah bersaing di kancah internasional.

kelemahan produk ukm indonesia

Dilansir dari Metro TV News, Menteri Perdagangan menyatakan bahwa setidaknya ada dua kelemahan yang masih terdapat pada produk-produk UKM dalam negeri sehingga belum maksimal menembus pasar global. Dibanding dengan negara lain, produk UKM lokal masih kalah dalam hal kemasan dan promosi.
Dalam hal promosi, pelaku UKM belum mampu memaksimalkan aktivitas promosinya, terutama di internet, sehingga hanya mampu masuk dalam pasar lokal (daerah) di tingkat kabupaten atau kota. Jangankan menuju pasar ekspor, menembus pasar nasional pun masih belum banyak produk UKM yang "berbicara".

Faktor kedua yang menjadi penghadang kemajuan produk UKM di kancah dunia adalah kemasan produk yang masih kurang menarik. Padahal, masalah kemasan merupakan salah satu hal yang diperhatikan oleh konsumen dalam memutuskan membeli sebuah produk, baik konsumen lokal maupun luar negeri.

Oleh karena itu, Menteri Thomas Trikasih Lembong memberi pesan kepada para pelaku UKM untuk fokus meningkatkan kemasan dan promosi produk.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait