Ini Bisnis Sewa Gaun Secara Online

Selain jualan baju secara online, bisnis fashion yang mulai dilirik dan dikembangkan dengan bantuan internet adalah jasa sewa pakaian, khususnya gaun - gaun berdesain eksklusif dari para perancang terkenal. Konsumen yang ingin tampil menarik dan terlihat glamor tapi dengan budget terbatas, bisa memanfaatkan jasa penyewaan tersebut. Tren ini pun membuat potensi bisnis sewa baju via internet menjadi cukup potensial.

Maka tak salah, jika Cindy Mulyasasmita membuka usaha online ini dengan label merek Dresscodes.

Bisnis sewa gaun online
Cindy telah menangkap dan memulai peluang bisnis ini sejak tahun 2014 lalu, dengan modal awal 70 item gaun. Usahanya terus berkembang hingga kini telah memiliki koleksi gaun sebanyak 400 item, mulai dari gaun untuk chinese new year, pakaian kebaya untuk kebutuhan wisuda, kokktail, formal gala, wedding dan prewedding gowns, dan lainnya. Vera Wang, Sebastian Gunawan dan Monica Ivena adalah beberapa desainer terkenal yang turut andil dalam penyediaan koleksi gaun-gaunnya.

Bagaimana cara menentukan berapa harga sewa untuk 1 item gaun? Gaun - gaun yang disewakan dipatok dengan harga 5-15 persen dari harga jual produk gaun tersebut.

Entrepreneur lainnya yang juga menggeluti bisnis sewa properti pakaian di dunia maya adalah Bondan Herumurti melalui merek Belsbee. Terinspirasi oleh kesuksesan bisnis sewa gaun online Rent The Runway di Amerika Serikat, dia mengawali usahanya dengan modal 70 gaun, dan usahanya kini semakin tumbuh dan mampu menambah jumlah koleksi hingga ratusan item. Bahkan ada sekitar 17 orang perancang ternama yang telah menjalin kerjasama dengannya.

Untuk semakin meningkatkan profesionalitas bisnisnya di mata para konsumen, para pelaku usaha sewa gaun ini selalu berupaya menambah koleksi gaunnya. Hal ini merupakan kunci utama untuk bisa sukses di bidang ini. Selain itu, fasilitas antar jemput ke rumah konsumen, dan juga menyediakan showroom offline adalah beberapa langkah inovatif yang mereka lakukan. Membaca selera konsumen yang sedang menjadi trendsetter merupakan hal yang cukup penting. Oleh karena itu, disarankan agar aktif mengunjungi event-event dan pameran busana.

Untuk mengirit modal belanja dan sekaligus menambah koleksi, mereka melakukan kerjasama dengan para desainer dengan sistem konsinyasi (titip bagi hasil). Namun, sistem ini biasanya tidak memungkinkan para pelaku bisnis untuk mematok harga sendiri, karena si pemilik gaun (desainer) biasanya enggan untuk bersedia menyewakan hasil karyanya dengan harga murah. Biaya perawatan dan kebersihan gaun adalah beberapa biaya operasional yang mereka perhatikan dengan teliti.

Tren gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin mengarah ke hal-hal modern dan juga faktor ekonomi yang stabil dapat menjadi penyokong potensi kemajuan bisnis sewa ini di internet. Media sosial, seperti Facebook dan Pinterest juga membantu perkembangan usaha sewa gaun ini.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait