Cara Perusahaan E-Commerce Tingkatkan Transaksi Bisnisnya

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah mencanangkan pengembangan ekonomi digital, dimana salah satunya melalui perdagangan elektronik (e-commerce). Beberapa perusahaan lokal di Indonesia telah melakukan upaya dalam implementasi transaksi e-commerce yang lebih cepat.

Menurut Andy Zain, investor dari pemodal ventura Mountain Kejora, saat ini transaksi melalui e-commerce baru dapat menyumbang kurang dari 2% terhadap total penjualan ritel di tanah air.

Sedangkan jika dibandingkan dengan negara-negara maju, besar sumbangan pendapatan dari sektor e-commerce telah melampaui angka 10 persen dari total penjualan ritel. 

Pembayaran transaksi ecommerce
Lalu, mengapa kontribusi dari sektor e-commerce di negara maju cukup besar? Ternyata salah satu faktornya didukung oleh besarnya jumlah pemegang kartu debit dan kartu kredit, sehingga mereka dapat melakukan transaksi lebih cepat dan efesien. Sedangkan di Indonesia, kondisi tersebut masih sebaliknya. Data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia menunjukkan bahwa jumlah pemilik kartu debit di tanah air ada sekitar 75 juta, sementara jumlah kartu kredit yang saat ini beredar sekitar 16 juta.

Dari angka tersebut, seharusnya para perusahaan e-commerce lebih terdorong memanfaatkan dan mengintegrasikan layanan kartu debit untuk proses transaksi konsumen, baik yang melalui transfer ATM hingga internet banking.

Dalam upaya penyediaan sistem pembayaran tersebut, para perusahaan startup e-commerce biasanya menjalin kerjasama dengan perusahan penyedia solusi sistem pembayaran online. Misalnya para pemain lokal iPaymu, Doku, dan Veritrans telah menyediakan beragam pilihan pembayaran yang memudahkan konsumen, baik itu lewat kartu kredit, kartu debit, dan juga mata uang elektronik milik perusahaan selular.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait