Apa Itu Program Pensiun, Bagaimana Cara Memilihnya?

Banyak orang yang terlena dengan kehidupannya saat ini, sehingga melupakan kebutuhannya di kala sudah tidak produktif lagi alias telah pensiun. Bagi anda yang bekerja di sektor formal, terutama di lembaga negara, pasti telah dijamin dengan uang pensiun tiap bulannya. Lalu, bagaimana untuk anda yang bekerja di luar lembaga kedinasan alias yang berstatus non PNS?

Jika ingin mendapatkan manfaat pensiun tersebut, tentu anda harus mengikuti program pensiun. Program pensiun merupakan sebuah program yang mengupayakan para pesertanya mendapatkan jaminan uang bulanan ketika telah memasuki usia pensiun. Setiap individu maupun kelompok pekerja bisa mengikuti program pensiun untuk mendapatkan benefitnya di saat usia senja.

program dana pensiunDalam program pensiunan tersebut, ada isitilah yang disebut dengan dana pensiun yang merupakan lembaga keuangan nonbank yang menyelenggarakan program pensiun. Dana pensiun adalah sebuah badan hukum yang memiliki manajemen tersendiri, serta kegiatan operasionalnya dan kekayaannya terpisah dari pendirinya. Di Indonesia, ada dua program dana pensiun, yakni DPPK dan DPLK. 

DPPK atau Dana Pensiun Pemberi Kerja adalah dana pensiun yang didirikan oleh perusahaan pemberi kerja, baik untuk sebagian karyawannya maupun seluruhnya. Sementara itu, DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah dana pensiun yang didirikan oleh bank ataupun perusahaan asuransi jiwa untuk masyarakat umum, karyawan, maupun pekerja mandiri.

Mengapa kita sebaiknya mengikuti program pensiun?
Kebutuhan hidup takkan berhenti di saat kita sudah tidak produktif lagi, bahkan ternyata lebih besar saat kita memasuki usia senja. Oleh karena itu, program pensiun dapat mengurangi beban keuangan kita.

Apa saja hak yang bisa diperoleh dari peserta pensiun?
Hak mendasar yang dapat dirasakan oleh peserta adalah "manfaat pensiun", yang besarnya tergantung jenis program diikuti. Secara umum, ada 2 jenis program pensiun, yakni PPMP dan PPIP, dimana masing-masing program memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. PPMP atau Program Pensiun Manfaat Pasti memberikan "manfaat pensiun" yang besarannya ditentukan dengan rumus hitung tersendiri yang ditetapkan sejak awal. Faktor yang menjadi perhitungan adalah masa kerja dan besaran penghasilan. Sementara itu, PPIP atau Program Pensiunan Iuran Pasti memberikan manfaat bergantung pada jumlah iuran yang kita setor dan hasil pengembangan dana. Dibandingkan dengan beberapa produk keuangan lain, hasil pengembangan dana ternyata memberikan potensi keuntungan lebih karena biasanya mendapatkan keringan pajak dari pemerintah.

Apa saja kewajiban sebagai peserta dana pensiun?
Pengaturan tentang hak dan kewajiban bagi para peserta program pensiun tertuang dalam PDP atau Peraturan Dana Pensiunan. Dalam keikutsertaan tersebut, peserta DPPK wajib menyerahkan atau melaporkan data pribadinya. Iuran akan dipotong langsung dari gaji tiap bulannya. Sedangkan peserta DPLK dapat melakukan pembayaran secara fleksibel, namun harus membayar biaya kepesertaan.

Bagaimana cara bergabung menjadi peserta dana pensiun?
Seperti yang disebutkan di atas, ada dua jenis dana pensiunan. Nah cara yang termudah adalah melakukan pendaftaran kepesertaan secara mandiri sebagai peserta DPLK yang penyelenggaranya adalah bank umum atau perusahaan asuransi. Cara lain yang bisa ditempuh adalah mengupayakan agar perusahaan anda mengikuti program pensiun, baik dengan mendirikan dana pensiun ataupun bergabung ke DPPK yang telah ada. Cara ini biasanya lebih rumit karena melibatkan banyak pihak, terutama si pemberi kerja dan pekerja lainnya yang pro atau kontra.

Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam mengikuti program pensiun?
Sedikitnya ada 3 hal yang diperhatikan dalam mengikuti program pensiun, yakni kemampuan finansial anda, biaya kepesertaan, dan waktu yang tersisa menuju batas pensiun. Jadi, semakin dini kita bisa mempersiapkan program pensiun, maka semakin kecil beban iuran yang kita keluarkan tiap bulannya. (image source: dapenastra.com)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait