Wow, Perusahaan Ini Akan Menambang Emas di Bulan

Mungkin kita sering membaca syair puisi yang menggambarkan tentang keindahan sinar bulan, layaknya seperti emas dan permata di malam hari. Usut punya usut, satelit bumi tersebut ternyata memang mengandung sejumlah logam langka dan barang tambang yang bernilai sangat tinggi. Kandungan logam mineral, seperti emas, kobalt, besi, paladium, platinum, tungsten, dan helium-3 yang ada di bulan tersebut, saat ini akan diburu dan ditambang oleh sebuah perusahaan Amerika Serikat yang bernama Moon Express.

Moon Express atau yang dikenal dengan MoonEx adalah sebuah perusahaan pemula yang dibentuk dari grup perusahan di Silicon Valley dan para pengusaha antariksa, dengan tujuan mengeksplorasi kekayaan bulan yang bernilai ekonomi, termasuk gas yang bisa digunakan untuk listrik tenaga nuklir tanpa limbah radiasi. Perusahaan ini telah melakukan penandatanganan nota kerjasama dengan Rocker Lab yang berbasis di Los Angeles. Hingga tahun 2017, mereka harus mengirimkan tiga unit robot ke permukaan bulan.

perusahaan antariksa bulan
Perusahaan yang didirikan tahun 2010 ini merupakan pemenang dari kontes Lunar XPRIZE yang diadakan oleh Google dengan total hadiah sebesar USD 1,25 juta atau sekitar 18 milyar rupiah, dan juga berhasil memenangkan program antariksa Innovative Lunar milik Nasa dengan hadiah sebesar 500 ribu dolar. Moon Express menjadi satu-satunya perusahaan dari 16 perusahaan yang bisa dan sukses menciptakan prototipe robot yang nanti akan diluncurkan ke permukaan bulan.

Dengan beberapa kali mengalami penyempurnaan, khususnya masalah desain, robot buatan Moon Express tersebut dipercaya sudah siap diluncurkan dan didaratkan di bulan. Jika berhasil melakukan misi pendaratan dan berjalan sejauh 500 meter di permukaan bulan sambil mengirimkan video ke bumi, maka perusahaan tersebut berhak mendapatkan hadiah sebesar USD 30 juta.

Dalam pelaksanaan kompetisi itu, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama dengan perusahaan internet Google telah menghabiskan lebih dari 60 juta dolar. Selain dengan Google, NASA juga melakukan kerjasama dengan beberapa pihak untuk mengembangkan teknologi robotik antariksa komersial, yakni perusahaan Astrobotic Teknologi of Pittsburgh dan Masten Space System dari Mojave, California.

Salah satu pendiri perusahaan Moon Ex yang bernama Naveen Jain menyatakan bahwa perkembangan teknologi roket dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga hal itu memungkinkan bagi Moon Express untuk mengirim robot ke bulan.

Menurut pengakuan Naveen, sang miliuner teknologi, biaya untuk membuat dan mengembangkan roket skala kecil saat ini tidaklah terlalu mahal. Jika dulu perlu biaya lebih dari USD 100 juta untuk sekali luncur, maka saat ini hanya menghabiskan dana sekitar 5 juta dolar per sekali luncur, contohnya roket buatan Rocket Lab.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait