Tips Hemat Pembelian Pulsa Listrik

Ada beberapa jenis biaya tanggungan yang melekat saat kita membeli pulsa listrik PLN, diantaranya adalah biaya administrasi bank, PJU (Pajak Penerangan Jalan Umum) maksimal 10%, bahkan ada dikenakan materai dan PPN 10% tergantung berapa banyak pembelian pulsa listrik. Lalu, bagaimanakah caranya agar kita lebih berhemat dalam pembelian pulsa listrik prabayar tersebut? Berikut adalah tips-tips yang bisa diterapkan untuk menghemat beberapa ribu rupiah.

Belilah Pulsa Listrik di Bank yang Berlabel Syariah
Pulsa listrik PLN
Membeli pulsa listrik di Bank Syariah lebih murah, yakni biaya administrasinya sekitar Rp 1.600, sedangkan bank konvensional dengan fitur mobile dan internet banking akan dikenai biaya administrasi sebesar Rp 3.000-Rp 3.500/transaksi.

Sementara itu, membeli pulsa listrik di minimarket akan dikenai biaya administrasi sebesar Rp 2.000 per transaksi.

Beli dalam Jumlah Banyak atau Paling Tidak Sekali untuk Satu Bulan
Semakin sering anda membeli pulsa listrik, maka semakin banyak biaya administrasi yang akan ditanggung. Misalnya jika kebutuhan listrik rumah tangga anda rata-rata Rp 100.000, maka belilah paket pulsa 100 ribu.

Jika anda membeli secara nyicil atau paket pulsa kecil, misal pulsa 25 ribu, maka dalam sebulan anda harus menanggung biaya administrasi 4 kali lebih banyak dari pembelian pulsa Rp 100 ribu. Jika anda punya uang lebih, maka pembelian pulsa untuk kebutuhan 3-6 bulan adalah hal yang lebih hemat.

Tips Hemat Menggunakan Pulsa Listrik

Kita harus pintar-pintar berhemat, termasuk hemat pulsa listrik agar keuangan tidak menjadi boros. Seperti yang kita ketahui, saat ini pengeluaran di sektor kelistrikan untuk rumah tangga di Indonesia cenderung mengalami kenaikan. Tarif dasar listrik yang naik, beban administrasi Rp 1.300 - Rp 1.600 per transaksi, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) 10%, dan biaya materai untuk pembelian pulsa di atas 300ribu adalah beberapa biaya kestra yang harus kita keluarkan. Oleh karena itu, kita harus berhemat dengan melakukan tindakan-tindakan berikut ini.

1. Pilih dan Pasang Daya Listrik yang Sesuai dengan Kemampuan dan Kebutuhan
Tahukah anda, bahwa beda daya listrik maka beda pula harga per kWh listriknya. Ya, untuk golongan daya listrik 450 VA dan 900 VA masih mendapat bantuan subsidi dari pemerintah karena diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Ini berarti bahwa setiap transaksi pembelian pulsa listrik untuk golongan daya listrik 450 VA atau 900 VA akan mendapat jumlah kWh listrik yang lebih banyak daripada golongan daya listrik 1300 VA, 2200 VA, 3500 VA, dan seterusnya.

Saat ini untuk kebutuhan rumah tangga dengan peralatan elektronik tv, kulkas, mesin cuci, dan AC, bisa menggunakan daya listrik 1300 VA. Sementara untuk kebutuhab usaha dan industri yang menggunakan peralatan listrik besar, harus di atas 1300, karena jika tidak, akan sering terjadi putus daya karena beban yang lebih besar dari daya kemampuan paket listrik tersebut. Jadi perkirakan dulu berapa daya listrik yang anda sehari-sehari.

Jika terlalu besar maka anda bisa minta kepada kantor PLN terdekat untuk menurunkan daya listrik. Karena semakin besar daya listrik yang kalian gunakan, maka semakin mahal pula harga per kWh listriknya.

Gunakan Lampu Jenis LED
Jenis lampu LED saat ini disarankan untuk diaplikasikan di rumah tangga karena lebih hemat energi, lebih terang, tidak panas, lebih awet, dan menghasilkan warna pantulan benda yang lebih natural. Memang harga lampu LED lebih mahal, namun bisa tahan lama hingga 3-5 tahun. Lampu LED (Light Emitting Dioda) mampu menyala terang meskipun daya listrik rendah. Sebuah kamar tidur yang berukuran 3mx3m sudah bisa diterangi dengan baik dengan lampu LED 3 Watt. Sedangkan jika memakai lampu pijar, anda membutuhkan lampu 7-10 Watt. Jika anda menggunakan 7 titik lampu di rumah anda, maka anda akan berhemat cukup banyak tiap bulannya dengan menggunakan lampu LED.

Gunakan Peralatan Rumah Tangga Hemat Energi
Saat anda memutuskan untuk membeli perabotan elektronik rumah tangga, seperti TV, Kulkas, AC, Mesin Cuci, atau Pompa Air, dan Setrika, maka pilihlah yang memiliki fitur hemat energi. Misalnya, saat anda membeli AC, perhatikan kebutuhan anda. AC dengan kekuatan 1 PK tanpa fitur hemat listrik bisa menghabiskan konsumsi listrik hingga 600-700 watt. Sementara AC dengan fitur hemat listrik hanya memakai daya 260 watt saja. Saat memakai peralatan listrik, perhatikan juga kondisi sekitar. Misalnya, anda tak perlu memakai fitur pengering saat mencuci pakaian di musim kemarau. Tindakan sederhana ini, dapat menghemat listrik rumah tangga anda.

Cabut Steker dari Colokan Jika Sedang Tak Dipakai
Memang hal ini tak begitu banyak menghemat energi listrik, namun paling tidak mengurangi arus listrik yang terbuang dari hambatan-hambatan yang ada pada sambungan steker tersebut. Selain menghemat listrik juga untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang bisa berakibat kebakaran.

Nah, demikianlah beberapa poin penting yang bisa kita lakukan dalam upaya menghemat pengeluaran pulsa listrik di jaringan rumah tangga kita. Selamat mencoba!!!  

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait