Tips Cara Mengelola Keuangan Saat Baru Menikah

Setiap pasangan yang baru menikah, tentu memiliki harapan agar kelak bisa hidup bahagia dan terbebas dari beban masalah finasial. Oleh karena itu, adalah hal yang cukup penting jika sedini mungkin (sebelum menikah) bersama pasangan anda untuk menyusun strategi dalam perencanaan keuangan yang sehat. Apalagi ketika berlangsungnya resepsi pernikahan, akan menghabiskan banyak sekali uang.

Nah, dalam upaya membuat perencanaan keuangan keluarga yang sehat, maka anda sebaiknya mengenal dan mencermati beberapa kesalahan yang sering terjadi atau dilakukan oleh para pasangan pengantin baru. Apa sajakah kekeliruan tersebut?

Kurang Mengetahui Sejarah Keuangan Pasangan Anda
Pasangan pengantin
Memahami tentang seluk beluk dan sejarah keuangan pasangan anda merupakan hal yang sangat penting agar anda bisa mencari solusi mengenai tindakan - tindakan melenceng yang mungkin dilakukan pasangan anda terhadap pengelolaan uangnya di masa lalu (sebelum menikah). Anda harus bersyukur jika mendapati fakta bahwa pasangan anda adalah orang yang pintar dalam mengelola uangnya. Namun jika sebaliknya, maka anda harus fokus mengarahkan pasangan anda agar bisa memandang dan menggunakan uangnya dengan cara yang sehat.

Menyimpan Rahasia Keuangan
Kesalahan kedua yang sering dilakukan oleh pasangan yang baru menikah adalah selalu berupaya menutupi kondisi keuangannya. Anda boleh menyimpan dan memendam rahasia cinta anda di masa lalu, namun sebaiknya jangan dilakukan jika menyangkut masalah uang, karena lambat laun hal itu akan terungkap, terutama ketika pasangan mencoba untuk mengajukan kredit kepemilikan rumah atau kredit mobil. Mulailah terbuka dengan urusan finansial anda dan pasangan, serta bicarakan secara terus terang meskipun anda akan menghadapi perdebatan.

Tidak Mau Berdiskusi Mengenai Keuangan Bersama
Kesalahan ke tiga adalah tidak mau membicarakan mengenai topik keuangan, seperti tunggakan kartu kredit, perencanaan tabungan, asuransi, utang, atau apakah membayar cicilan mobil lebih penting daripada untuk liburan.

Tidak Bersedia Membantu Satu Sama Lainnya
Dalam keluarga harus ada pembagian peran yang adil. Begitu pun ketika anda dan pasangan membicarakan masalah keuangan, harus saling bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya jika salah satu pasangan harus mengelola uangnya untuk meningkatkan kontribusi pensiun, maka pasangannya harus melakukan hal yang serupa.

Terlalu Dini Membicarakan Mengenai Anak
Bisanya banyak pasangan yang ingin lebih lama menikmati masa berduanya. Memang, tujuan utama untuk menikah adalah untuk memiliki keturunan. Namun, ketika keuangan masih belum mencukupi, maka hal itu akan menimbulkan masalah tersendiri, misalnya keputusan keuangan seperti memilih tipe rumah yang akan dibeli untuk keluarga.

Tidak Memikirkan Upaya untuk Mengatasi Kemungkinan Terburuk
Kita tidak bisa tahu hal buruk apa yang akan terjadi nantinya. Oleh karena itu, anda harus berupaya menyiapkan dana cadangan untuk mengantisipasi masalah atau hal buruk yang mungkin terjadi pada anda dan pasangan anda.

Tidak Mengakui Perbedaan Budaya dan Kebiasaan
Setiap budaya ataupun kebiasaan hidup di masa muda sewaktu masih bersama keluarga masing-masing tentu membawa pengaruh bagaimana cara kita memandang uang. Kebiasaan lama biasanya akan terus dibawa dan disesuaikan ketika telah menikah. Oleh karena itu, agar tidak terjadi disharmonisasi dalam rumah tangga anda, maka harus dibicarakan secara terbuka demi kebaikan bersama.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait