Si Abang, Asuransi Anti Bangkrut untuk Pengusaha Kecil

Bukan hanya perusahaan skala besar saja yang membutuhkan asuransi, para pelaku usaha kecil dan menengah pun perlu dilindungi dengan asuransi. Oleh karena itu, Otoritas Jasa keuangan (OJK), Kementerian Koperasi dan UKM, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), dan bersama dengan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), menjalin kerjasama untuk menghadirkan asuransi mikro yang ditujukan bagi para pelaku Usaha kecil dan Menengah.

Dengan konsep yang kreatif, asuransi yang disebut dengan Asuransi Anti Bangkrut tersebut diberi nama dengan istilah Si Abang. Terdapat dua jenis asuransi yang disediakan oleh lembaga dan kementerian tersebut, yakni asuransi anti bangkrut (Si Abang) untuk konvensional, dan Si Abang Syariah untuk mereka yang melakoni bisnis berbasis Syariah.

asuransi si abang
Tujuan utamanya tentu agar para pelaku usaha bisa memproteksi bisnisnya, khususnya perlindungan terhadap obyek tempat usaha, seperti kios, gerobak, lapak, warung, bakulan, sepeda, sepeda motor, ataupun sampan yang dipakai untuk berwirausaha. Selain itu barang - barang ataupun isi tempat usaha termasuk juga perlengkapan usaha dan produknya juga mendapat jaminan terhadap risiko kerusakan akibat kebakaran, kerusuhan, terkena petir, kejatuhan pesawat, tertabrak kendaraan, dan bencana alam.

Sebagai produk baru, tentu dalam memasarkan asuransi ini, khususnya produk mikro Syariah, memerlukan strategi tertentu. Menurut Ely Aswita yang menjabat sebagai Chairman Media Relation, Education and Socialization AASI, seperti yang dikutip dari Metrotvnews.com mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi dalam memasarkan produk mikro syariah adalah perlunya kegiatan sosialisasi yang harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Sehingga nantinya akan memunculkan kesadaran masyarakat agar mereka bisa mempersiapkan diri dan keluarganya apabila terjadi musibah yang tidak diinginkan.

Tantangan ataupun hambatan lain dalam pemasaran asuransi mikro syariah adalah keterbatasan jangkauan, di mana perusahaan asuransi hanya mampu melakukan usaha marketing pada kota - kota yang sudah ada cabang dan jaringan mereka. Sehingga daerah - daerah yang belum memiliki cabang perusahaan asuransi tersebut maupun agennya harus melakukan upaya ekstra dan tentunya memakan biaya yang lebih besar.

Produk asuransi yang baru ini dapat anda ikuti dengan besaran premi minimal Rp 50.000,- per tahun. Para peserta akan mendapatkan beragam pilihan manfaatnya. Jika masanya telah habis, peserta dapat memperpanjang dengan cara pengajuan kembali.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait