Program Kuliah Gratis di Perusahaan Starbucks

Untuk meningkatkan keahlian para pekerjanya, Starbucks memberikan bantuan subsidi beasiswa. Ada sekitar 4.000 barista (seniman kopi) yang telah dikuliahkan secara gratis oleh perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Selain itu, Starbucks juga telah melakukan kerjasama dengan Arizona State University (ASU) dalam program kuliah gratis.

Perusahaan yang didirikan tahun 1971 tersebut telah berbaik hati. Para pekerjanya, baik itu pekerja tetap maupun pekerja paruh waktu diberikan kesempatan untuk kuliah mencari gelar sarjana.

merek kopi starbucks
Hebatnya lagi, para karyawan Starbucks yang telah berhasil mendapatkan gelar sarjana tidak akan dipaksa untuk tetap bekerja di perusahaan kopi tersebut. Saat ini ada sekitar 100.000 hingga 150.000 orang yang bekerja di Starbucks Amerika.

Menurut berita yang dilansir dari situs CNN Money, para pekerja Starbucks ternyata lebih banyak memilih jurusan Psikologi, Kepemimpinan Organisasi, Ilmu Kesehatan, Ilmu Interdisipliner dan Bisnis. Bagi mereka yang tetap ingin melanjutkan karir di Starbucks, ada gelar bisnis ritel disesuaikan yang akan mereka dapatkan.

Lalu berapa besar biaya perkuliahannya? Rata-rata 15.000 dolar Amerika, namun tergantung jenis program jurusan yang diambil calon mahasiswa. Misalnya pegawai Starbucks yang masuk ke jurusan bisnis akan membayar biaya sekitar 523 dolar per kreditnya, dimana 42% akan ditanggung oleh ASU dan sisanya menjadi kewajiban perusahaan Starbucks.

Program kuliah gratis yang diberikan Starbucks merupakan salah satu inovasi yang sangat positif, dan  telah dimulai sejak tahun 2014. Hingga per Mei 2015 ini setidaknya telah ada 200 karyawan yang telah berhasil menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar sarjana. Perusahaan Starbucks telah menyisihkan dan menganggarkan dananya sebesar USD 250 juta untuk membantu 25.000 karyawan meningkatkan keahliannya hingga 2025 mendatang.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait