Perbedaan Utama Bank Islam dengan Bank Umum

Jika berbicara mengenai bank Islam dan bank konvensional (umum), maka perbedaan yang paling utama adalah ideologinya. Selain itu, perbedaan mendasar antara perbankan Islam dan perbankan konvensional adalah terletak pada sisi tujuannya. Bank konvesional tidak mutlak tujuannya pemerataan kekayaan dan keadilan, seperti tujuan dari perbankan Islam. Dalam sistem perbankan, 99% modalnya dikuasai oleh orang kaya.

Dalam perbankan Islam, para pemilik modal adalah mereka yang menjadi nasabah, sementara itu bank hanya berperan sebagai mediator amanah nasabah agar dananya bisa diteruskan ke pihak tertentu untuk digunakan dengan tujuan produktif. Pihak yang menerima bantuan modal usaha tersebut harus mempertanggung jawabkan dananya, dan kemudian melakukan bagi hasil kepada pihak bank dan nasabahnya atas usahanya.

bank islam
Dalam penyaluran dana tersebut, perbankan Islam memiliki kontrol yang lebih kuat daripada bank konvesional, karena bank konvensional bisa saja meminjamkan uangnya kepada pengusaha yang dimanfaatkan hanya untuk membayar utang, sehingga dana tersebut tidak produktif. Sedangkan dalam perbankan Islam, perusahaan mitra harus menyampaikan laporan rutin kepada penyokong dana.

Pada sistem perbankan Islam, kemaslahatan umat menjadi tujuan utama, dimana modal yang dimiliki lebih diperuntukan untuk menggerakkan sektor riil produktif, dan sedapat mungkin menghindari peminjaman utang kepada pihak-pihak debitur yang hanya digunakan untuk menutupi utang yang dapat membuat terjadinya resesi keuangan.

Perbedaan asasi dari kedua jenis sistem perbankan tersebut juga terletak pada bisnisnya. Perbankan umum (biasa) sepenuhnya bersandar pada bisnis utang piutang, dimana pihak bank sebagai pemberi dana dan nasabah adalah pihak peminjam.

Sementara itu, sistem perbankan Islam memiliki beragam akad, seperti mudharabah dan musyarakah. Hal itu membuat para nasabah berada pada posisi sebagai pemegang modal atas bank. Dengan demikian, para nasabah akan aktif terlibat. Dana milik nasabah yang disalurkan bank juga digunakan untuk membantu orang lain (qard al-hasan), misalnya untuk pembangunan infrastruktur.

Kesimpulannya adalah asas utama bank Islam adalah berbuat baik tanpa mencari untung. Asas ini mungkin beda drastis dengan bank konvensional. Konsep bank berasal dari barat dan kapitalisme menguasi sendi ekonomi, termasuk perbankan, oleh karena umat Islam diharapkan tak menolak sistem barat ini, tetapi umat Islam harus memanfaatkan bank dengan maskimalkan warna Islam di sana.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait