Paket Kebijakan Pemerintah di Sektor Keuangan Syariah

Pemerintah telah mengumumkan paket kebijakan ekonomi tahap lima pada tanggal 22 Oktober 2015 lalu. Di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi global, termasuk dampaknya ke Indonesia, pemerintah berharap terbitnya paket kebijakan ekonomi tersebut menjadi salah satu pendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi dalam negeri.

Dalam paket kebijakan ekonomi yang ke 5 ini, pemerintah mengedepankan tiga poin sasaran utamanya, salah satunya adalah terkait dengan deregulasi bagi industri keuangan yang berbasis syariah.

paket kebijakan ekonomi syariah
Menurut Muliaman Haded, selalu Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam jumpa pers-nya, seperti yang dikutip dari Republika, mengungkapkan bahwa penata ulang aturan baru (deregulasi) dalam dunia syariah di Indonesia menyangkut tentang pemberian kemudahan pembukaan jaringan kantor. Jaringan induk bank syariah, yakni bank konvensional, dapat ikut menjual produk syariah tanpa harus membuka kantor baru.

Selain itu, kemudahan lain yang diberikan pemerintah dalam paket kebijakan ekonominya ini adalah berupa penyederhanaan proses perizinan bagi bank syariah yang ingin mengeluarkan produk barunya. Artinya, dalam hal pengeluaran produk baru yang terkait syariah, pihak bank syariah tidak perlu lagi meminta izin tertulis ke OJK, namun cukup dengan melaporkannya saja. OJK menggarisbawahi bahwa produk baru yang ingin diluncurkan oleh pihak bank harus telah memenuhi syarat dan telah memiliki kodefikasi di OJK.

Melalui ketuanya, OJK berharap deregulasi tersebut dapat memberi ruang terhadap industri keuangan syariah yang saat ini pertumbuhannya cukup cepat.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa paket kebijakan ekonomi tahap lima ini menyasar pada 3 poin penting, yakni meliputi: deregulasi terkait evaluasi aset, deregulasi terhadap pajak berganda dana investasi real estate, properti dan infrastruktur, serta deregulasi di bidang perbankan syariah.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait