Menggunakan Psikologi Warna untuk Bisnis Anda

Permainan warna dalam dunia bisnis ternyata memiliki peranan yang amat penting. Warna cat dinding kantor, warna toko, atau bahkan warna logo merek anda, ternyata ikut andil dalam menentukan kesuksesan usaha anda. Warna sangat mempengaruhi emosi dan perilaku manusia. Warna terntetu dapat membuat pakerja anda menjadi lebih produktif, atau konsumen anda menjadi lebih loyal membelanjakan uangnya.

Lalu, bagaimanakah memilih warna yang tepat? Menurut Sally Augustin, Ph.D., yang merupakan environmental psychologist mengungkapkan beberapa poin penting dalam pemilihan warna.

Warna Dapat Memberi Kesan Tingkat Suhu yang Berbeda
Psikologi warna
Menurut Augustin, masing-masing warna dapat memberi kesan tingkat panas dan dingin yang berbeda. Warna seperti oranye, merah, dan kuning dapat menciptakan kesan ruangan yang lebih hangat. Sedangkan sebaliknya, dinding ruangan yang berwarna biru, hijau, dan ungu muda dapat menciptakan kesan dingin. Oleh karena itu, bila anda memiliki toko di wilayah yang bersuhu dingin, maka pilihlah warna yang hangat, karena akan mampu menarik orang masuk ke dalamnya. Selain itu, secara alami pemilihan warna yang tepat juga bisa menghemat pengeluaran biaya listrik untuk tempat usaha anda (pemanas/pendingin ruangan).

Warna Mampu Membangkitkan Respon Emosional
Secara umum, warna tertentu dapat membangkitkan rasa tertentu, namun tak selalu berlaku secara universal. Pengalaman masa lalu dapat menciptakan kesan yang berbeda. Misalnya pengalaman masa kanak-kanak Sally Augustin yang sering mengkonsumsi pil alergi berwarna biru membuatnya tidak menyukai warna biru. Namun, ada beberapa generalisasi dasar tentang bagaimana warna-warna tertentu membangkitkan respon emosi dan perilaku tertentu.

Warna Hijau Membangun Kreativitas
Menurut penelitian, warna hijau dapat membangkitkan kreativitas. Ada hubungan positif antara nature dan regrowth. Jadi, jika anda menginginkan para pekerja lebih produktif, cobalah pertimbangkan memakai desain ruangan bertema hijau.

Warna Merah Mengurangi Cara Berpikir Analitis
Bagi sebagian budaya, merah adalah warna keberuntungan. Beberapa perspektif umum menyiratkan merah sebagai warna yang menakutkan atau kurang disukai, misalnya lampu merah atau nilai rapor merah. Secara umum, warna merah mencerminkan energi dan semangat yang membara, serta reaksi yang lebih cepat. Meskipun warna merah sering efektif dipakai untuk menarik pasangan anda, namun kurang cocok diaplikasikan pada pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan daya pikir analitis.

Warna Biru Paling Bisa Diterima (Accepted)
Warna yang paling banyak disukai oleh orang-orang di seluruh dunia adalah biru. Hal ini mungkin warna alam raya sebagian besar adalah biru, seperti langit dan laut. Memberi cat warna biru pada kantor anda akan diterima oleh banyak orang.

Gabungkan Warna Kuning dengan Lainnya
Jika anda ingin menciptakan kesan yang lebih special, maka bisa memadukan warna kuning sebagai dasar dengan satu warna lainnya.

Warna Oranye Diasosiasikan Memiliki Nilai Lebih ( Good Value )
Banyak orang yang mengasosiasikan bahwa produk ataupun brand yang berwarna orange memiliki nilai bagus. Mungkin hal ini berawal dari image warna logam emas. Banyak retailer besar dan supermarket yang mengaplikasikan warna oranye untuk memberi kesan good value bagi para konsumennya.

Warna Pink (Merah Muda) Membuat Orang Lebih Tenang
Inilah alasanya mengapa warna pink sering diterapkan pada ruang ganti tim lawan dalam bidang olahraga. Pink dapat menurunkan energi yang sedang membara, bahkan menenangkan emosi orang hingga 30 menit. Oleh karena itu, warna merah muda ini cocok digunakan pada ruangan tempat mediasi, ataupun ruang diskusi yang sering membawa topik perdebatan. 

Warna Putih Bisa Membawa Kebosanan
Putih memiliki daya tarik modern. Apple, misalnya, telah menggunakan warna putih untuk menciptakan kesan merek yang bersih, simple, dan sleak. Namun, ketika konsumen terlalu banyak melihat warna monokromatik dapat menyebabkan pikiran mengembara karena kurangnya stimulasi. Jadi berhati-hatilah memadupadankan warna putih tersebut.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait