Intip Bisnis Jual Beli "Like" dan Jasa Fans Page Facebook

Setelah tahun 2010, jejaring sosial menjadi sebuah kekuatan besar yang mempengaruhi kehidupan miliaran orang di dunia ini. Banyak orang yang rela menghabiskan minimal 1 jam waktunya dalam sehari untuk berinteraksi di media sosial, seperti Facebook, Twitter, Google Plus, dan sejenisnya. Meningkatnya jumlah pengguna smartphone dan didukung oleh aplikasi jejaring sosial yang intuitif, membuat pertumbuhan pemakai social media semakin bertambah.

Maka tak heran jika para pebisnis melihat hal itu sebagai lahan pemasaran yang potensial, sehingga mereka (termasuk korporat besar) ikut terjun langsung bersentuhan dengan jejaring sosial, dan berharap bisa menjadi sarana promosi yang efektif guna meningkatkan omset dan brand bisnis mereka. 

bisnis jual beli like facebook
Para pebisnis dan perusahaan yang tidak memiliki tim yang handal dalam urusan social network ataupun yang tidak mau dipusingkan dengan urusan membangun brand di jejaring sosial, ternyata lebih memilih memanfaatkan jasa branding media sosial dari pihak-pihak tertentu. Sehingga, hal tersebut memunculkan aneka peluang bisnis yang cukup menggiurkan dari segelintir orang. Beberapa penyedia jasa layanan ini mungkin telah melakukan dengan cara-cara yang benar, namun ternyata tak sedikit pihak-pihak yang menggunakan cara-cara pintas (trik kotor) yang justru sebenarnya tidak memberikan manfaat signifikan yang dirasakan klien. Salah satu peluang bisnis yang muncul dari hingar bingarnya media sosial tersebut adalah "bisnis jual beli LIKE facebook" atau disebut juga "peternakan like". Hemmm.., tampaknya bukan kambing saja yang bisa dianak-pinakan, facebook pun sekarang bisa diternakan.

Kenapa bisnis jual beli "Like" maupun Fans Page Facebook bisa muncul? Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu faktor pendorongnya adalah adanya keinginan dan kebutuhan bagi pihak tertentu, misalnya suatu perusahaan, merek produk, maupun seorang tokoh politik yang ingin membangun citra positif di dunia maya. Dengan memiliki jumlah fans yang berlimpah atau mendapatkan like yang berjumlah ribuan pada akun Facebooknya, maka bisa dijadikan sebagai amunisi untuk mengangkat citra / image terhadap orang awam. Sebuah merek produk yang mendapat ratusan ribu tanda "jempol" di Facebook akan dianggap memiliki nilai plus di mata para pengguna jejaring sosial. Inilah hal yang menjadi sebuah peluang bisnis bagi yang sering berkecimpung di media sosial.
Namun, tahukah anda bahwa untuk mendapatkan ribuan tanda "Like" maupun ribuan jumlah fans di Facebook yang dilakukan secara sukarela oleh para pengguna Facebook (real human) ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah, karena bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan bahkan bisa lebih dari setahun. Namun sayangnya, mereka yang menggunakan cara kotor bisa melakukan hal tersebut dalam hitungan hari. Dengan membuat program khusus, entah itu script, bot, atau sejenisnya, mereka dapat dengan mudah mewujudkan hal tersebut. Tetapi, jika pihak Facebook mendeteksi adanya aktivitas yang tak wajar atau pun akun palsu, maka mereka takkan segan-segan menghapusnya.

Trik curang lainnya yang juga sering dilakukan oleh pihak penyedia jasa "ternak like FB" adalah dengan mengunggah gambar tertentu yang disertai ajakan untuk mengklik Like, misalnya:

“Klik ‘like’ jika Anda bisa melihat harimau”, atau 
“Berikan "like" dan tekan nomer 1, lihatlah apa yang akan terjadi”

facebook penipuan scam

Padahal setelah diklik, tak ada hal istimewa yang terjadi. Para netizen sering menyebutnya dengan istilah jebakan batman (scam atau penipuan). Ketika halamannya telah mengumpulkan ribuan “like” dan komentar, maka halaman itu akan memiliki posisi tinggi dalam News Feed para pengguna Facebook. “Like” seperti itu bagaikan ladang bisnis yang bisa menghasilkan dolar.

Salah satu contoh kasus, misalnya fans page mengenai kampanye dukungan terhadap anti rokok. Banyak para simpatisan anti rokok yang sukarela mengklik 'like' halaman tersebut. Nah, setelah mendapatkan ratusan ribu 'like', maka halaman ini pun dijual oleh sang pembuat dan akhirnya berubah fungsi. Yang tadinya merupakan ajakan anti rokok, sekarang halaman tersebut berganti menjadi topik bisnis atau promosi produk dari brand tertentu.

Bisnis jual beli "Like" ini sudah lumrah terjadi di Facebook. Sementera di Twitter juga ada bisnis jual beli follower, sedangkan di Youtube ada jasa viewer video. Bisnis jual beli "Like" atau pun jasa penambah fans Facebook juga sudah sejak lama ada di Indonesia. Ada yang melakukannya dengan cara yang positif, ada pula yang menggunakan beragam trik. Harga jasanya bervariatif, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jumlah like/fans, target wilayah, dan lamanya proses penyelesaian.

Jika anda merupakan seorang pemilik usaha, maka memakai bantuan jasa bisnis jual beli atau jasa pengumpul Like maupun Fans Page facebook sebenarnya adalah sah-sah saja, tergantung bagaimana cara pandang anda. Jika anda hanya mengejar popularitas merek produk atau brand perusahaan anda, demi meningkatkan citra positif di mata konsumen, maka memakai jasa jual beli Like / Fanspage adalah sesuatu yang tidak salah. Namun, jika anda lebih menginginkan agar promosi melalui Facebook tersebut memiliki pengaruh terhadap omset penjualan bisnis anda, maka anda harus lebih berhati-hati memilih jasa jual beli Like Facebook tersebut. Karena, apalah artinya jumlah like dan fans yang banyak, sedangkan interaksi yang terjadi dengan fans sangat rendah, sehingga tak ada dampak signifikan terhadap peningkatan omzet bisnis anda. Yang ditakutkan adalah jangan-jangan sebagian besar dari follower anda adalah akun palsu atau hanya sekedar bot.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait