Cara Google Mengatasi Ad Blocker Demi Menjaga Bisnisnya

Google yang merupakan mesin pencari internet, mampu menjadi salah satu perusahaan raksasa berkat pendapatannya dari sektor periklanan. Bisnis periklanan tersebut mampu menjadi pundi-pundi pendulang dolar bagi perusahaan yang didirikan oleh Sergey dan Larry Page tersebut. Namun kini, kemunculan beragam software pemblokir iklan (ad blocker) dapat menjadi ancaman serius bagi bisnis Google. Lalu bagaimanakah cara Google mengatasi ancaman tersebut?

Sridhar Ramaswamy, yang merupakan SVP Google Ads mengungkapkan bahwa semua pihak yang hidup dari industri periklanan di internet harus segera berupaya melakukan sesuatu untuk mengatasi pemboklr iklan. Fitur maupun software pemboklir iklan sebenarnya sudah ada sejak lama, namun kembali menghangat setelah perusahaan Apple menghadirkan fitur ad blocker pada iPhone dan iPad beberapa waktu lalu.

pemblokir iklan

Saat ini, bisnis periklanan, khususnya mobile advertising merupakan lahan potensial mendatangkan keuntungan yang besar, apalagi para pengguna internet kini lebih sering surfing dengan smartphone dan tablet. Meskipun demikian, Sridhar Ramaswamy mengingatkan untuk tidak lengah terhadap pemblokir iklan yang perlahan-lahan akan menghalangi atau mengurangi potensi bisnis iklan di internet.

Kenapa banyak orang memasang fitur ad blocker pada browsernya? Biasanya mereka merasa risih dan kurang nyaman ketika berselancar di internet menemukan iklan yang mengganggu, seperti iklan pop up, iklan yang memenuhi semua halaman mobile website, atau iklan yang tidak bisa ditutup (tidak ada tanda X - close).

Iklan yang buruk tersebut tentu menjadi pengganggu dan kurang nyaman bagi para pengguna internet. Oleh karena itu, mereka memasang ad blocker. Dampak buruknya, para pebisnis industri advertising, yang menghadirkan tampilan iklan yang baik pun terkena "batunya", termasuk jaringan periklanan Google seperti Adwords dan DoubleClick.

Mengatasi situasi tersebut dan agar industri periklanan ini tetap saling menguntungkan, Google pun mengambil sikap dengan menjalin komunikasi dengan AdBlock Plus yang bekerjasama dengan berbagai pihak yang terlibat di industri iklan untuk membuat dan menciptakan kriteria iklan yang diklaim "acceptable" atau diterima oleh semua pihak, sehingga tidak akan diblokir oleh software penghilang iklan tersebut. Hemmm,,, kira-kira bagaimanakah pembagian keuntungan yang akan didapatkan oleh pemilik software ad blocker tersebut?

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait