5 Negara dengan Harga Tanah Termurah untuk Investasi

Untuk investasi yang lebih aman, tanah menjadi pilihan terbaik karena nilai jualnya cenderung stabil dan naik dari tahun ke tahun. Nah, bila anda berencana menginvestasikan uang anda ke berbagai negara di sektor properti, terutama tanah, maka negara-negara berikut bisa menjadi pilihan terbaik, karena harga tanah yang ditawarkan cukup kompetitif.

1. Nigeria
Nigeria telah berkembang dan menjadi salah satu kawasan bisnis yang potensial, meskipun terkadang gangguan keamanan sering menjadi bahan pertimbangan oleh para investor luar. Sektor non-migas saat ini berkembang lebih pesat di negara yang berpenduduk 183 juta jiwa tersebut. Menurut perusahaan portal properti global, Lamudi, harga rata-rata tanah di Nigeria Rp 2.035.280 (US$ 150) per meter persegi.

2. Myanmar
Setelah bertahun-tahun mengalami keterpurukan dan isolasi ekonomi akibat pengaruh kekuasaan junta militer, saat ini negara Myanmar telah tumbuh dan berkembang sebagai salah satu kawasan usaha yang menjanjikan. Banyak negara yang telah melirik negara Asean ini, satu diantaranya adalah Jepang yang mulai mengurangi aset mereka yang beresiko di China. Beberapa perusahaan global, seperti Walmart dan Coca Cola juga merambah pangsa pasar negara yang beribukota Naypyidaw tersebut. Ekonomi Myanmar telah tumbuh cukup baik beberapa tahun terakhir yang berimbas pada sektor real estate sehingga membuat harga tanah cukup melonjak. Membangun bisnis di Myanmar cukup menjanjikan, sehingga tak salah kiranya berinvestasi properti di negara ini. Harga rata-rata tanah Rp 8.208.240 (US$ 605) per meter persegi.

3. Pakistan
Secara teknis, negara Pakistan bukan merupakan kawasan pasar berkembang, melainkan sebagai pasar perbatasan. Potensi pasar saham di Pakistan masih kurang optimal, sehingga pilihan bisnis terbaiknya adalah investasi di sektor properti. Harga rata-rata tanah Rp. 3.600.670 (US$ 258) per meter persegi.

4. Mauritius
Mauritius adalah sebuah negara kepulauan di barat daya Samudra Hindia, sekitar 900 km sebelah timur Madagaskar. Meskipun memiliki wilayah yang kecil, namun negara ini kini menjadi incaran para investor dunia. Negara yang beribukota Port Louis tersebut berpeluang menjadi pintu gerbang ke Afrika dan menawarkan pungutan pajak korporasi yang terbilang cukup kompetitif. Negara Mauritius saat ini dianggap sebagai salah satu pusat ekonomi yang penting karena menjadi titik penghubung antara kawasan India dan Afrika. Harga rata-rata tanah Rp 1.546.810 (US$ 114) per meter persegi.

5. Bangladesh
Dhaka yang merupakan ibu kota Bangladesh saat ini menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan investasi yang pesat. Kota ini dianggap sebagai satu dari 12 kota investasi terbaik di Asia. Pemerintah setempat telah melakukan beragam upaya untuk menarik para investor, misalnya dengan melakukan belanja infrastruktur yang progresif.

Selain itu, pemerintah negara itu juga memperkenalkan istilah pajak menguntungkan demi mendorong pertumbuhan investasi asing dan membentuk kawasan industri. Dalam beberapa tahun terakhir, harga properti di negara tersebut telah merangkak naik. Namun, masih banyak kawasan, terutama di pinggiran kota Bangladesh yang menyajikan media yang kuat untuk proposisi investasi jangka panjang. Harga rata-rata tanah di Bangladesh Rp 2.835.280 (US$ 209) per meter persegi.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait