Prosedur Jualan Produk Lewat Marketplace Online

Satu hal yang menjadi kesulitan dan tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha kecil menengah dalam memasarkan produk-produknya di internet adalah minimnya pengetahuan tentang pembuatan toko online. Membuat sebuah toko online yang profesional memang membutuhkan ilmu yang cukup dan juga modal yang lumayan, seperti beli biaya domain, hosting, dan juga maintenence. Oleh karena itu, banyak pelaku bisnis kecil yang lebih memilih memanfaatkan jejaring sosial, seperti Facebook dan Instagram untuk memasarkan dan menjual produk-produknya. 

Silahkan baca: Cara jualan lewat Facebook dan Instagram

jualan marketplaceNamun, hal tersebut ternyata memiliki keterbatasan tersendiri, diantaranya adalah jangkauan pasar yang terbatas serta tingkat kepercayaan (trusted) di mata konsumen sangat rendah. Mengatasi hal tersebut, bergabung dalam sebuah jaringan toko online besar atau marketplace ternama menjadi sebuah solusi yang cukup efektif. Di Indonesia, ada banyak marketplace yang bisa menjadi tempat untuk memasarkan produk secara online, misalnya Mataharimall, Tokopedia, dan Rakuten. Untuk mulai memasarkan dan menjual produk melalui sebuah marketplace, setidaknya ada tiga tahapan yang harus dilalui oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Ketiga tahap tersebut mencakup pendaftaran dan membuka toko, menambahkan listing atau katalog produk, serta menerima pesanan dari calon pembeli.

1. Tahap Pendaftaran
Bagi anda yang berencana mau menjual produk usaha anda di sebuah marketplace, maka terlebih dahulu anda harus mendaftarkan diri sebagai penjual. Pilihlah opsi pendaftaran sebagai penjual (seller) pada situs marketplace tersebut. Hal yang wajib anda miliki adalah akun email sebagai sarana komunikasi saat melalui proses konfirmasi dan verifikasi. Selain itu, calon penjual juga harus menyiapkan data-data pribadi utama, diantaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan halaman depan buku rekening sebagai syarat mutlak memenuhi persyaratan pendaftaran.

2. Katalog Produk
Setelah tahap pendaftaran sebagai penjual telah terverifikasi oleh pihak marketplace, maka anda perlu menyiapkan data-data produk anda, termasuk gambar/foto barang yang akan dijual. Detail mengenai produk yang akan anda tawarkan tersebut dibuat pada bagian katalog produk. Informasi yang diberikan harus lengkap dan benar, bahkan juga termasuk kategori dan berat produk, sehingga calon konsumen bisa memperkirakan biaya ongkos kirim yang harus mereka bayarkan. 


3. Menerima Pesanan
Setelah anda berhasil menerbitkan katalog produk, maka tahap selanjutnya adalah menunggu permintaan order atau pesanan dari konsumen. Sembari menunggu pesanan, anda juga bisa mempromosikan lapak produk anda di berbagai media, seperti Facebook, Blog, YouTube maupun secara offline. Dalam proses penerimaan order tersebut, biasanya si penjual akan menerima pemberitahuan (notifikasi) yang dikirim oleh sistem di marketplace ketika ada konsumen yang melakukan pemesanan. Dengan cara ini, pihak penjual dapat segera melakukan respon terhadap order tersebut. Dalam proses pembayaran oleh konsumen, uang akan dikirim langsung ke nomor rekening perusahaan marketplace, bukan ke rekening penjual. Hal ini dilakukan untuk menghindari penipuan yang dilakukan oleh pihak penjual. Ketika penjual telah mendapatkan keterangan bahwa produk yang dipesan sudah dibayar oleh si pembeli, maka penjual harus segera melakukan pengepakan dan pengemasan barang yang dipesan dengan rapi untuk dikirim ke alamat pemesan melalui jasa layanan ekspedisi, seperti JNE, Pos, FedEx, dan sebagainya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait