Penyebab Krisis Ekonomi Global dan Cara Pemerintah Mengatasinya

Ekonomi dunia tengah mengalami guncangan. Di Asia, banyak negara sedang berada situasi perlambatan ekonomi. Menurut Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo di saat membuka acara seminar bersama IMF (International Monetary Fund) menyatakan paling tidak ada 3 sebab utama mengapa dunia mengalami krisis ekonomi di tahun 2015 ini yang ujung-ujungnya berimbas kepada Indonesia.

Apa sajakah penyebab ekonomi dunia mengalami guncangan?

krisis ekonomi duniaMenurut Agus, faktor pertama terjadi karena penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (USD) yang didorong oleh masalah ekonomi yang membelit beberapa negara di Uni Eropa, seperti Yunani, dan juga di Asia misalnya Jepang. Yang juga membuat dolar menjadi perkasa adalah rencana The Federal Reserve (Thed Fed) naikkan suku bunga.

Faktor penyebab yang kedua adalah adanya pelemahan harga komoditas, dan faktor ketiga adalah kebijakan moneter yang dilakukan oleh China dalam mendorong pertumbuhan ekonominya, misalnya dengan devaluasi Yuan.

Lalu, bagaimanakah upaya pemerintah untuk mengatasi situasi ketidakstabilan ekonomi dunia agar tidak berdampak besar bagi perekonomian Indonesia?

Pemerintah, melalui BI terus berupaya menjaga kondisi ekonomi Indonesia agar tetap stabil. Fundamental ekonomi harus dijaga melalui beberapa langkah kebijakan seperti: perbaikan defisit transaksi berjalan, menjaga neraca perdagangan yang surplus, dan inflasi yang ditargetkan 4 plus minus 1 pada 2015.

Sejalan dengan itu, sektor keuangan juga perlu dijaga stabilitasnya, baik melalui sistem perbankan maupun pasar keuangan. Oleh karena itu, bank sentral selalu berupaya menjaga agar nilai tukar rupiah tidak jatuh terhadap dolar. Seperti yang kita ketahui, bahwa dalam tahun ini, mata uang rupiah telah melemah sekitar 12%.

Selain itu, pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat, mendorong pembangunan infrastruktur, serta reformasi subsidi yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan memberikan insentif untuk mendorong investasi di dalam negeri.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait