Ketika Harga Susu Lebih Murah dari Air Putih

Di pertengahan tahun 2015 ini, kawasan Eropa, khususnya negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa, tengah menghadapi anomali harga untuk produk susu. Di sana, harga susu ternyata lebih murah dari pada harga air kemasan. Satu liter susu dipasarkan dengan harga 1 dolar Amerika, sedangkan harga seliter air mineral dibandrol dengan harga 1,5 dolar Amerika. Mengapa ini bisa terjadi?

Ternyata ada tiga penyebab utamanya, yakni penurunan permintaan dari China, dicabutnya batasan produksi, serta larangan impor yang dilakukan oleh Rusia. Akibatnya, terjadi kelebihan hasil produksi susu yang membuat jumlah stok semakin melimpah, sehingga beberapa pengamat ekonomi yang menyatakan bahwa Eropa sedang banjir lautan susu.

harga susu murahSituasi yang agak menyimpang ini membuat para peternak mengalami banyak kerugian, karena income yang didapat tak sebanding dengan biaya operasional. Maka tak heran jika banyak peternak yang melakukan protes, seperti di Brussels, Belgia, dan memblokir jalanan dengan traktor, serta melempari polisi dengan jerami dan telur.

Pada tahun ini harga susu yang dijual di toko-toko mengalami penurunan hingga 5%, sementara susu yang dijual secara grosiran harganya turun sebesar 20% atau sekitar 33 sen dolar.

Rusia merupakan salah satu pasar terbesar bagi industri susu negara-negara Uni Eropa. Sebelumnya Rusia selalu mengimpor produk keju dan mentega dari Uni Eropa dengan porsi 32% dan 24%. Namun sejak setahun lalu, Rusia melakukan pemberhentian atau embargo produk makanan dari Uni Eropa. Mengapa hal tersebut dilakukan? Kebijakan ini rupanya merupakan aksi balasan atas sanksi negara-negara Barat atas konflik di Ukraina.

Selain faktor kebijakan Rusia, melimpahnya hasil produksi susu yang membuat harganya turun tajam adalah karena berkurangnya permintaan dari Tiongkok. Seperti yang kita ketahui, negeri Tirai Bambu ini merupakan importir atau pembeli susu bubuk terbanyak di dunia. Kondisi ekonomi yang melambat yang di alami negara China tersebut membuat daya beli masyarakatnya semakin rendah.

Faktor internal yang membuat harga susu terjatuh adalah adanya deregulasi kebijakan pencabutan pembatasan produksi susu. Setelah tiga puluh tahun, kini di Eropa para peternak dan pelaku industri susu diberi kebebasan untuk memproduksi susu dan produk olahannya sebanyak yang mereka mau, sehingga jumlah produksi melebihi kebutuhan pasar. Maka sekarang ini para peternak sapi Eropa mulai menuntut diberlakukannya kembali kuota produksi untuk menyeimbangkan pasar.

Untuk mengatasi kondisi ini, Uni Eropa menyatakan akan menyediakan dana darurat sebesar 500 juta Euro atau sekitar 8 triliun rupiah untuk para petani demi membantu mereka menghadapi masalah penurunan harga.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait