Ini Cara Perusahaan Ojek Modern Berkompetisi

Kesuksesan armada ojek modern yang menyandingkan teknologi mobile dan transportasi, yakni Go-Jek dan GrabBike membuat munculnya bisnis serupa, diantaranya adalah Ojek Syar'i, Jeger Taksi, dan juga Get Jek di kota Solo. Padahal layanan antar muat orang dengan armada sepeda motor masih menuai kontroversi karena tidak sesuai dengan aturan, mengingat kelayakan sepeda motor sebagai modal transportasi umum dianggap tidak memenuhi syarat karena paling rendah tingkat keselamatannya.

Maraknya muncul perusahaan penyedia jasa antar orang yang berbasis ojek bisa jadi membuat kawasan jalan raya di kota-kota besar pada beberapa tahun yang akan datang akan diwarnai berbagai atribut ojek berseragam. Hal ini pun akan membuat persaingan antar ojek akan semakin ketat. Para pelaku bisnis ini pun juga mulai aktif melakukan beragam terobosan agar dapat menggaet pasar yang lebih banyak. Salah satunya adalah Ojek Syar'i dengan konsep syariah yang mengkhususkan diri menyasar pada pelanggan wanita dan muslimah. Selain itu, ada juga Jeger Taksi yang melengkapi armada sepeda motornya dengan argo yang mirip taksi.

ojek syariPerusahaan ojek Go-Jek dan GrabBike merupakan penyedia layanan ojek yang paling populer di Indonesia. Namun, jangkauan layanan mereka masih terbatas di beberapa kota saja, sehingga kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku jasa ojek di daerah, misalnya Get Jek di kota Solo. Jasa ojek ini didirikan oleh Reza Rajasa, dan tengah aktif menjaring pengojek baru melalui lowongan pekerjaan di internet.

Sementara itu, dikutip dari Kontan, pendiri Ojek Syar'i yang bernama Riza Zamir menyatakan bahwa ide awal pendirian layanan ojek perempuan ini muncul dari keinginan banyak wanita yang ingin mendapatkan jasa antar yang nyaman dan tidak membuat canggung karena sang driver-nya adalah wanita juga. Untuk saat ini, layanan Ojek Syar'i masih terbatas aksesnya hanya lewat Facebook dan pemesanan melalui aplikasi Whatsapp saja. Namun, rencananya perusahaan Ojek Syar'i tersebut juga akan meluncurkan aplikasi android di Playstore, yang sistemnya kemungkinan mirip Go-Jek.

Saat ini, perusahaan Ojek Syar'i baru memiliki 260 armada yang pengemudinya semuanya adalah kaum hawa dengan cakupan daerah operasinya baru melayani di 8 kota, yakni Bekasi, Surabaya, Depok, Jakarta, Malang, Sidoarjo, Jogjakarta, dan Tangerang Selatan.

Adapun Jeger Taksi yang bermarkas di kawasan Srengseng (Jakarta Barat) memiliki armada sepeda motor sendiri dengan jumlah pengojek baru 150 orang. Pada bulan Oktober 2015, perusahaan besutan Ficky Widjaja tersebut akan dilaunching secara resmi, beserta juga peluncuran aplikasi di playstore, situs serta pesanan melalui media sosial Whatsapp dan Line. Dalam menghadapi kompetisi bisnis, jasa ojek Jeger Taksi menawarkan kelebihan tersendiri, yakni memakai sistem struk dan bisa reimburse ke kantor untuk pelanggan yang bekerja sebagai karyawan kantoran.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait