Dulu Hidup di Pengungsian, Kini Punya Uang Milyaran

Hidup di pengungsian memang penuh penderitaan, apalagi tidak adanya kejelasan masa depan, seperti yang dialami oleh ratusan ribu pengungsi asal Suriah. Konflik perang yang telah terjadi bertahun-tahun di negara tersebut, membuat banyak warganya kabur meninggalkan tempat kelahirannya menuju ke daerah yang lebih menjanjikan kedamaian, yakni ke kawasan Eropa. Sejumlah negara Eropa yang menjadi tujuan para pengungsi asal Suriah, Irak, ataupun Afganistan, tengah menghadapi dilema, yakni apakah "menerima atau menolak". Demi rasa kemanusiaan, beberapa negara Eropa telah bersedia menampung para pengungsi yang ingin mencari suaka (tempat tinggal baru).

Meskipun saat ini mereka bersusah payah hidup di pengungsian, mungkin saja satu diantara mereka nantinya akan menjadi orang kaya, seperti kisah-kisah miliarder berikut ini.

George Soros
mengungsiGeorge Soros, merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Bisnis investasi (hedge fund) yang lakukan sejak tahun 1960an lalu telah membuatnya kini memiliki aset kekayaan lebih dari US$ 24,2 miliar atau kurang lebih 338 triliun rupiah. Padahal di tahun 1947, Soros merupakan pengungsi yang berasal dari Hungaria. Dia berhasil kabur ke Inggris lalu ke Amerika Serikat setelah lolos dari kepungan pasukan Nazi di era perang dunia ke dua.

Frank Lowy
Pada tahun 1952, setelah perang dunia II, pria pendiri Westfield Group ini meninggalkan Eropa menuju ke benua Australia. Pengusaha yang lahir di Slovakia tersebut, berhasil membangun kerajaan bisnisnya di Negeri Kanguru. Sektor ritel dan pusat perbelanjaan menjadi bidang usaha yang ia kembangkan di Australia, dan berhasil menjadi salah satu figur pengusaha yang berpengaruh di Australia.

Sergey Brin
Dunia teknologi dan internet pasti sudah familiar dengan sosok pembuat dan pendiri perusahaan mesin pencarian internet nomor satu di dunia, yakni Google. Siapa sangka orang yang kekayaannya berada di 10 besar dunia ini, dulunya ternyata adalah pengungsi. Ia bersama keluarganya mengungsi dari Rusia ke Amerika Serikat pada tahun 1970an. Saat kuliah di Stanford University, ia bertemu dengan rekan hebat yang memiliki visi misi yang sama, yakni Larry Page, sehingga mereka berdua memutuskan untuk mendirikan perusahaan Google. Lewat perusahaan tersebut, Sergey Brin berhasil mengumpulkan kekayaan yang diperkirakan saat ini mencapai Rp 455 triliun rupiah.

Jan Koum
Jan Koum merupakan miliarder yang berbasis bisnis teknologi. Ia merupakan sosok dibalik kesuksesan WhatsApp. Di tahun 1990an, Jan Koum bersama sang bunda pindah dari Ukraina menuju ke Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam tersebut, ia menjalani hidup susah dan selalu bergantung pada tunjangan dan bantuan makanan dari pemerintah.

Dengan kerja kerasnya, hingga harus rela dropout kuliah, Jan Koum berhasil membuat dan mmengembangkan aplikasi WhatsApp di tahun 1999. Kini aplikasinya tersebut telah dipakai aktif oleh lebih dari satu juta orang, bahkan telah diakuisisi oleh Facebook dengan nilai jual mencapai 19 miliar dolar Amerika Serikat.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait