Bisnis Kerbau Belang Tedong Saleko

Bagi masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan, kerbau adalah hewan yang memiliki posisi istimewa, serta menjadi salah satu simbol prestise dan kemakmuran. Selain untuk dikonsumsi, kerbau atau dalam bahasa Toraja disebut Tedong, juga menjadi hewan yang wajib ada dalam penyelenggaraan upacara - upacara adat, seperti Rambu Solo atau upacara kematian.

Semakin banyak jumlah kerbau yang dikorbankan, menunjukkan semakin tinggi kedudukan seseorang. Sehingga wajar jika harga kerbau di Tana Toraja semakin meningkat dari tahun ke tahun, terutama jenis kerbau belang atau yang dikenal dengan nama Tedong Saleko.

tedong saleko
Kejelian melihat peluang, seorang warga bernama Rannu Palamba merintis bisnis penjualan kerbau sejak 18 tahun lalu. Harga seekor Tedong Saleko yang selangit, membuat warga Tagari, kecamatan Talung Lipu - Tana Toraja ini mampu mempertahankan bisnisnya hingga saat ini.

Harga satu tedong saleko mencapai 60 juta rupiah, bahkan hingga 1 miliar rupiah, tergantung kondisi kerbau. Semakin besar tanduk, semakin panjang ekor atau lokasi belang yang diinginkan, maka semakin mahal harganya. Dan agar harganya semakin mahal, Rannu pun harus punya kiat khusus untuk menjaga kondisi kerbau belang miliknya. Selain rutin dimandikan dan diberi makan buah-buahan, Tedong saleko milik Rannu pun selalu diberi pakan rumput kualitas terbaik setiap harinya. Seperti dilansir dari Net TV, Rannu memberikan tips cara memperoleh rumput yang baik untuk pakan ternaknya.

Rumput sebaiknya jangan diambil atau disabit pada pagi hari sekali karena saat rumput masih berembun biasanya terdapat binatang-binatang kecil seperti ulat dan kaki seribu yang menempel pada rumput, yang bisa membuat ternak sakit bila memakannya. Oleh karena itu, saat pagi hari potonglah rumput bila matahari sudah bersinar.

bisnis kerbau belang

Tiga orang dengan gaji tetap dipekerjakan Rannu untuk mengurusi kerbau-kerbaunya. Berkat ketekunannya, saat Rannu sudah memiliki belasan kerbau siap jual dengan nilai aset mencapai ratusan juta rupiah. Namun, terlepas dari semua keuntungan yang diperoleh, mempertahankan kebudayaan Toraja melalui kasih sayang terhadap hewan menjadi pijakan utama Rannu Palamba dalam menjalankan roda bisnisnya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait