Bisnis Budidaya Ikan Sidat Janjikan Untung Besar

Bisnis peternakan perikanan ikan sidat mungkin menjadi salah satu pilihan usaha yang menarik di tengah lesunya perekonomian global. Ikan yang mirip ular ini ternyata memiliki pangsa ekspor ke luar negeri, khususnya ke Jepang dan kawasan Eropa. Sebenarnya apa itu ikan sidat? Ikan ini memiliki bentuk seperti belut atau ular dengan kulit yang mengkilap dan sirip di dekat kepalanya. Indonesia merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak jenis ikan sidat.

Dari 18 species ikan sidat yang ada di bumi, 8 diantaranya berada di perairan Nusantara, terutama di kawasan Sulawesi, pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Dari delapan spesies ikan sidat yang hidup di Indonesia, ada dua jenis yang paling terkenal dan menjadi primadona ekspor, yaitu jenis Bicolour dan Marmorata. Spesies ikan sidat jenis Bicolour memiliki ciri khusus yakni berwarna hitam polos dengan garis putih yang memanjang pada bagian bawah dari ekor hingga kepalanya. Sedangkan spesies ikan sidat jenis marmorata warna dasarnya adalah abu-abu kecoklatan yang berhiaskan bintik bintik gelap.

ikan sidat
Di Jepang, ikan ini disebut dengan unagi yang bisa hidup di dua jenis lingkungan perairan, yakni di air tawar dan juga di kawasan air asin (laut). Saat masih kecil, ikan ini memiliki tekstur tubuh berwarna bening sehingga di kawasan Eropa sering disebut glass eel atau belut kaca. Ikan sidat menjadi bahan makanan yang digemari banyak orang karena selain lezat, juga banyak mengandung nutrisi diantaranya vitamin A yang jumlahnya 45 kali lipat daripada yang terkandung pada susu sapi dan juga 25 kali lipat vitamin B1. Selain itu, kandungan DHA (Decosahexaenoic acid) juga lebih unggul dari ikan salmon, yakni 1.337 mg/100 gram berbanding 748 mg/100 gram. Sementara itu, kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) pada ikan sidat juga lebih banyak dari ikan salmon. Tak heran jika orang - orang di Eropa dan juga Jepang yang gemar makan seafood sangat berminat terhadap ikan yang memiliki nama Anguilla rostrata ini.

Potensi Peluang Bisnis Ikan Sidat

Sayangnya, meskipun ikan ini memiliki kandungan gizi yang bagus serta suplaynya yang cukup banyak di Indonesia, ternyata ikan sidat selama ini masih belum banyak dilirik sebagai sebuah ladang usaha yang menjanjikan. Masyarakat hanya mengolahya secara tradisional untuk dibuat peyek. Padahal di pasaran, ikan sidat yang telah memiliki ukuran layak konsumsi dihargai cukup mahal. Sementara itu, harga bibit ikan sidat saat ini sekitar 3,5 juta per kilogram yang berisi sekitar 5.000 - 6.000 bibit ikan sidat. Ikan sidat yang sudah dewasa atau layak konsumsi dipasarkan dengan harga sekitar Rp 180.000/kg yang berisi sekitar 2-3 ekor ikan sidat. Jadi dengan pengembangan budidaya ikan sidat yang berasal dari 1 kg  bibit, dapat memberi potensi keuntungan Rp 540 juta saat masa panen.

Menurut Marlini Hasan yang merupakan salah satu pelaku usaha budidaya ikan ini menyatakan bahwa permintaan terhadap ekspor ikan sidat dari Indonesia terus meningkat, hal ini karena jumlah populasi ikan tersebut di Jepang dan Eropa kian menurun sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Di Jepang, kebutuhan terhadap daging ikan sidat per tahunnya mencapai 120.000 ton, baik yang masih mentah maupun yang sudah diolah menjadi bentuk abon maupun panggang (unagi kabayaki).

Budidaya Ikan Sidat

Ikan sidat merupakan salah satu ikan tangguh. Jadi membudidayakan ikan ini tak perlu memiliki banyak kekhawatiran terhadap kematian bibitnya. Hal ini karena sifat alami ikan sidat yang sangat kuat ketika hidup di alam liar. Untuk membudidayakan dan pembesaran ikan sidat, media yang dibutuhkan adalah bak beton dengan dimensi 2 x 5 x 1,8 meter dengan air yang digunakan hanya 5 m3. Bak pemeliharaan tersebut dilengkapi dengan sistem air mengalir yang berasal dari air tanah (sumur) melalui pipa paralon. Untuk menjaga suhu air terjaga pada kisaran 29-31 derajat celcius, maka bak pemeliharaan ikan sidat tersebut diberi peneduh pada atasnya dengan terpal.

Untuk makanannya tidak perlu harus impor, karena pakan ikan sidat dapat diperoleh dengan mudah, seperti cacing tanah dicampur pelet atau sisa-sisa daging ikan jika anda tinggal di dekat pantai.

Demikian sekilas gambaran peluang potensi bisnis pembudidayaan ikan sidat. Salam kerja dan usaha!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait