5 Pelajaran Bisnis dari Taman Hiburan Disneyland

Jika Anda suka nonton serial Mickey Mouse, tentu nama Disneyland sudah cukup familiar di telinga anda. Pada tahun ini, ikon taman hiburan Disneyland yang berada di Anaheim, California (28 mil dari Los Angeles) telah memasuki usia 60 tahun. Sejak dibuka secara resmi pada tanggal 17 Juli 1955, Disneyland menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi di seluruh dunia. Sebagai sebuah brand, Disneyland menjadi salah satu merek populer di Amerika Serikat,  bahkan mungkin juga dunia.

Berkaca pada kepopulerannya tersebut, sebagai seorang entrepreneur anda dapat mengambil beberapa pelajaran penting yang terinspirasi dari Disneyland. Apa sajakah pelajaran bisnis yang bisa dipetik dari kerajaan Bisnis Disneyland?  Berikut sekilas rangkumannya.

disneyland1. Memperlakukan Pelanggan Dengan Tepat Akan Membuat Mereka Sangat Loyal
Taman Disneyland merupakan taman yang berbeda dari taman-taman lainnya. Taman ini dihadirkan dan dikelola oleh orang-orang yang ingin memastikan bahwa setiap pengunjung mendapat kesenangan dan keistimewaan saat berada di tempat ini. Satu hal yang bisa kita petik dalam menjalankan bisnis apapun adalah bisa memperlakukan customer agar merasakan kepuasan, sehingga akan membuat mereka menjadi sangat loyal.
2. Melakukan Inovasi untuk Menarik Banyak Pelanggan
Brand Disney terus melakukan beragam inovasi yang bertujuan untuk menarik banyak konsumen. Salah satunya adalah dengan menghadirkan aplikasi mobile (smartphone dan tablet) yang berguna untuk para pelanggannya dalam menyusuri setiap wahana yang terdapat di taman Disneyland. Hal ini menjadi sebuah solusi yang didasarkan pada kebutuhan pelanggan. Nah, pelajaran bisnis yang bisa dipetik adalah meskipun anda merasa telah melakukan yang terbaik untuk kepuasan pelanggan, namun tetaplah melakukan inovasi yang didasarkan pada feedback pelanggan.

3. Buat Karyawan Senang Bekerja untuk Anda
Perusahaan Disney terkenal memberdayakan karyawannya sehingga mampu mengambil keputusan terbaik untuk membuat para pelanggan senang. Misalnya pegawai toko tidak harus meminta sang manajer untuk menawarkan pengganti untuk mainan rusak, dan perwakilan layanan pelanggan dapat menawarkan nilai ekstra tanpa perlu mendapatkan izin jika pelanggan tidak merasa nyaman. Nah, hal tersebut mungkin bisa anda tiru dalam pengembangan bisnis anda. Berikan staf Anda power dan support untuk bertindak terbaik bukan hanya demi perusahaan Anda, tetapi juga untuk kepentingan pelanggan. Inilah salah satu bentuk investasi (pengeluaran dana) yang membuat Disneyland meraih kesuksesan.

4. Membiarkan Konsumen Mengetahui Seluk Beluk Secara Mendetail Takkan Merusak Kehebatan Perusahaan Anda
Saat jalan-jalan di Disneyland, kebanyakan orang lebih memilih berfoto ria di area publik, seperti di Cinderella Castle at Disneyland. Namun, beberapa pengunjung lebih suka jalan-jalan di belakang panggung untuk bisa mengetahui rahasia istana, yang membuat mereka merasakan nilai ekstra. Nah, pelajaran yang bisa diambil adalah jangan takut untuk menunjukkan apa yang ada dalam perusahaan anda jika ternyata mampu memberikan pelanggan Anda image kuat terhadap merek perusahaan Anda.

5. Jika Anda Menganggap Pelanggan sebagai Anak, Mereka akan Bawa Anak-Anak Mereka
Hal ini mungkin tidak berlaku untuk setiap bisnis, tetapi nilai positif yang bisa dipetik adalah nama baik. Artinya, jika bisnis anda memiliki citra baik, maka pelanggan anda akan merekomendasikan merek anda ke orang lain. Seperti yang dilakukan oleh Disneyland, dengan memperlakukan para pelanggan layaknya anak-anak yang harus dimanja, maka membuat mereka bersedia mengajak anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait