4 Pertimbangan UKM dalam Kerjasama Kemitraan Besar

Pasar Usaha Kecil Menengah atau UKM mulai dilirk banyak investor dan kemitraan besar. Dengan daya bantuan modal besar tersebut, tak sedikit para investor dan pemilik modal yang merayu para pelaku UKM untuk joint kerjasama. Strategi kerjasama ini merupakan hal yang baik karena para UKM bisa mendapatkan bantuan modal yang cukup demi meningkatkan kinerja bisnisnya. Namun, terkadang kemitraan tersebut tak selalu membawa hal positif bagi UKM itu sendiri, karena ada beberapa hal yang patut diwaspadai dalam jalinan kerjasama kemitraan tersebut. Ada empat poin utama yang menjadi alasan mengapa UKM perlu mewaspadai kemitraan besar.

1. Kehilangan Sponsor
Ketika ada satu pihak atau seseorang yang mengusung kemitraan dan ketika ia pergi, maka ada kemungkinan bahwa penggantinya tidak mempunyai perasaan atau kemampuan yang setara dengan orang sebelumnya. Hal ini dapat menyebabkan dampak terhadap hubungan kemitraan tersebut.

2. Terjadinya Perubahan Strategi Prioritas
pelaku ukmSelaku penerima modal, tentu pihak UKM harus selalu berpedoman terhadap arah kebijakan yang ditetapkan oleh investor. Oleh karena itu, pihak mitra besar memiliki kekuasaan untuk mengubah arah strategis kemitraan serta juga visi misi pelaku UKM tersebut.

3. Hasil Terbatas Awal
Perusahaan ataupun investor besar cenderung lebih berpikir ke arah horizon yang lebih pendek, sehingga ketika kemitraan yang dilakukannya tersebut tidak mampu menghasilkan keuntungan dalam waktu dekat, maka mereka akan menghentikan kerjasama. Hal ini tentu dapat membuat dampak kerugian yang signifikan terhadap operasional UKM.

4. Kurangnya Sumber Daya
Ketika kemitraan telah disepakati antara UKM dan investor, maka berbagai sumber daya yang dimiliki oleh UKM biasanya akan diganti atau diperbarui atau juga ditambahkan. Perusahaan / investor memiliki sumber daya melimpah, namum biasanya sumber daya tersebut juga dipakai untuk proyek-proyek lainnya.

Demikianlah beberapa poin yang patut diperhatikan oleh pelaku UMK dalam rencana kemitraan dengan pihak tertentu, terutama investor (mitra besar). Oleh karena itu, sebelum mengadakan kesepakatan, ada baiknya terlebih dahulu mencermatinya dengan teliti, baik yang menyangkut detail perjanjian dan pembagian tugas masing-masing.  

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait