3 Faktor Penyebab Dolar Amerika Memiliki Pengaruh Besar

Berdasarkan tulisan yang terangkum dalam buku "The Dollar Trap" karya Eswar Prasad, ada tiga alasan utama yang membuat dolar memiliki daya tawar yang tinggi dalam pasar global, antara lain:

#1 Amerika Serikat merupakan ekonomi terbesar dunia
Sejak abad ke 19, Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang menguasai perekonomian dunia. Meskipun pada tahun 2014 lalu, kekuasaanya disalip oleh China, namun dalam lima tahun sebelumnya sebesar 16-17% perekonomian global masih didominasi oleh AS, sehingga negeri demokrasi itu masih menjadi negara dengan ekonomi terbesar dunia. Selain itu, kematangan sektor pasar keuangan Amerika juga membuat investasi dalam mata uang tersebut semakin bagus.

#2 Politik yang stabil dan terpercaya
100 dollar
Kestabilan politik dan kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi salah satu faktor pendorong kekuatan ekonomi. Politik yang tidak stabil tentu dapat membuat ekonomi menjadi gunjang-ganjing. Hal inilah yang selalu diantisipasi oleh Amerika Serikat dengan menciptakan sistem pemerintahan demokratis, institusi publik, pasar finansial, dan kerangka hukum yang bagus. Sehingga tingkat kepercayaan publik serta pemilik modal terhadap dolar menjadi begitu tinggi. Sejalan dengan itu, kekuatan mata uang dolar juga semakin besar.
#3 Memiliki sistem transparan, pasti, dan saling mengawasi antar pemerintah
Pilihan para investor yang menanamkan modalnya dalam mata uang dolar menjadi salah satu pemicu kuatnya nilai tukar dolar. Kepercayaan pelaku usaha terhadap dolar AS tak lepas karena adanya transparansi dan sistem saling mengawasi dalam tubuh pemerintah Amerika Serikat. Penegakan dan kepastian hukum juga daya tarik para investor.

Tidak seperti di China, meskipun laju pertumbuhan ekonomi di negeri Tirai Bambu tersebut dalam lima tahun terakhir cukup bagus dan bahkan berpotensi melebihi Amerika, namun investor tampaknya masih belum terlalu percaya dengan stabilitas politik maupun pemerintahan China yang masih kental dengan unsur proteksionisme, otoritas dan juga ketidaktransparanan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait