Wirausaha Pembuatan Miniatur dari Kaleng Bekas

Memulai sebuah bidang bisnis tak selamanya harus bermodal besar. Dengan kreativitas dan inovasi, siapa pun bisa berwirausaha. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah seperti kaleng kaleng bekas minuman. Jika kreatif, semua itu bisa disulap menjadi sebuah produk seni yang menguntungkan. Inilah yang dilakukan oleh Ogifson Harianja.

Di toko kecil miliknya di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, berbagai miniatur unik terbuat dari kaleng bekas terpajang dengan rapi. Sejak lima tahun lalu, pria kelahiran Tarutung - Tapanuli Utara ini sudah menggeluti profesinya sebagai pembuat miniatur.

miniatur motor kaleng
Berawal dari keprihatinannya melihat banyak sampah kaleng minuman, kemudian Ia menemukan ide untuk memulai usahanya memanfaatkan kaleng bekas tersebut hingga sekarang. Modal awalnya pada saat itu hanyalah sekitar Rp30.000 saja.

Berbagi miniatur lahir dari tangannya seperti miniatur Vespa, Harley Davidson, kapal pesiar, hingga kembang goyang. Untuk membuat sebuah miniatur, ayah dari tiga anak ini membutuhkan sedikitnya 15 kaleng bekas. Ogifson memperoleh pasokan kaleng bekas dari temannya yang memiliki bisnis restoran. Kaleng yang digunakan hanya kaleng bekas minuman ringan karena jenis kaleng ini tidak tajam dan lebih mudah untuk membentuknya. Selain kaleng bekas peralatan lain yang digunakan antara lain lim, gunting, cutter, dan tang. Dalam sehari, Ogifson mampu membuat hingga 4 buah miniatur.

Proses pembuatan miniatur dimulai dari memisahkan ujung kaleng dengan daunnya. Untuk menghilangkan aroma tidak sedap, kaleng terlebih dahulu dicuci dengan air bersih. Kemudian daun kaleng digunting dan dibentuk menjadi roda, stang, spion, jok, dan bagian lainnya, dan kemudian jadilah sebuah miniatur Vespa. Tiga miniatur laku terjual setiap hari. Ada pembeli yang menggunakannya sebagai pajangan rumah, dan ada juga yang datang membeli untuk dijual kembali. Harga berbagai miniatur yang dibuatnya bervariasi, mulai dari Rp75.000 hingga Rp250.000 per item. Harga tersebut tergantung ukuran dan tingkat kesulitan membuatnya.

Selain di toko kecil miliknya, miniatur buatan Ogifson juga dijual di berbagai ajang pameran. Berkat miniatur ini pula, pada tahun 2013 lalu, ia menjuarai ajang teknologi tepat guna tingkat provinsi Jawa Barat. Kerja keras Ogifson kini sudah membuahkan hasil. Saat ini, ia bisa mengantongi untung sedikitnya 5 juta rupiah per bulan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait