Tahapan Melakukan Ekspor Barang Ke Luar Negeri

Ketika mata uang di dalam negeri mengalami keterpurukan, maka pihak yang berpeluang meraup potensi keuntungan besar adalah para pelaku usaha yang memiliki produk ekspor. Mereka akan memperoleh nilai uang yang lebih besar tatkala ditukarkan dengan mata uang lokal. Pemerintah Indonesia selalu berupaya mendorong peningkatan jumlah ekspor ke berbagai negara untuk bisa menjadi salah satu lokomotif ekonomi nasional.

Namun sayangnya, masih banyak yang belum memahami prosedur tata cara ekspor, sehingga banyak pelaku usaha kecil menengah yang tidak memiliki obsesi untuk menjangkau pangsa pasar luar negeri, padahal jalur ekspor merupakan salah satu jalan dalam membidik omset bisnis yang lebih besar.

Sebenarnya secara sederhana tahapan ekspor itu terbagi atas 4 langkah, yaitu: perencanaan ekspor, registrasi ekspor ke instansi terkait, pengurusan bea, dan yang terakhir adalah pengiriman barang - barang.

aktivitas ekspor luar negeri
Aktivitas ekspor barang ke luar negeri
Langkah awal bagi para eksportir adalah menentukan bagaimana dan apa klasifikasi produk Anda, negara tujuannya, kemudian penentuan jalur serta jadwal pengiriman yang akan anda lakukan ke negara tujuan. Semua itu harus didiskusikan dengan calon importir. Output-nya adalah kontrak penjualan atau sell contract. Dengan sell contract tersebut, pelaku usaha bisa mengurus perizinan ke kementerian terkait, dengan keperluan yang fleksibel tentunya. Misalnya sesuai dengan jenis produk, anda berencana menjual produk budidaya kulit ular, maka anda harus datang ke kementerian kehutanan untuk mendapatkan legalitas.

Di tahap selanjutnya adalah menyerahkan dokumen pemberitahuan barang ekspor anda ke Bea Cukai, supaya Anda bisa mendapatkan Nota Pelayanan Export atau NPE. Hal tersebutlah yang merupakan bukti bahwa produk Anda sudah legal dan sudah siap untuk dikirim. Ada satu lagi kegiatan ekspor yang perlu dilakukan, yakni memasok produk ekspor anda ke kontainer. Pastikan pada saat Anda memasok barang eksport tersebut, anda mendapatkan bukti penerimaan dari shipping company yang bekerjasama dengan anda.

Saat barang anda sudah sampai di tempat tujuan, pastikan juga Anda mendapatkan dokumen pengapalan, karena hal ini adalah bukti bahwa barang telah sampai di tempat tujuan dan ini juga dijadikan sebagai alat tebus pembayaran.

Ternyata walaupun memang ada beberapa tahapan, tapi bila anda dilakukan dengan persiapan yang sudah baik, maka anda bisa meraih pasar global yang saat ini memang potensinya sangat besar.

Ada beberapa tips yang bisa dijadikan pegangan. Yang pertama, pastikan anda memiliki komunikasi yang baik dan kemampuan berbahasa Inggris untuk memudahkan komunikasi antara pihak shipping company, buyer, dan pihak lain yang terkait. Tips yang ke dua adalah selalu update informasi penting untuk memantau bagaimana perkembangan tren pasar di negara tujuan ekspor anda. Tips terakhir adalah selalu rutin terlibat dalam berbagai kegiatan pameran, bukan hanya di dalam negeri saja, tetapi kalau memungkinkan juga mengikuti pameran yang di luar negeri sebagai ajang promosi dan bisa bertemu dengan pembeli potensial.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait