Kisah Sukses Pemuda Berbisnis Es Krim Luna

Dingin, legit, dan manis rasanya! Itulah jajanan nikmat yang diberi nama es krim sandwich. Beragam varian rasa es potong ala negeri Singapura tersaji dengan roti tawar. Ya, Luna Ice cream membuat konsumennya ketagihan menikmatinya, lagi... dan lagi!! Jajanan lezat ini mulai digemari dan menjamur di Indonesia sejak dua tahun lalu. Popularitas es krim ini dijadikan inspirasi oleh Kevin Feriyanto Hermawan untuk membuat peluang usaha di bidang jajanan es krim sandwich.

Dan tepat pada Februari tahun 2014 lalu, pemuda ini mantap mendirikan Luna Eskrim. Ini adalah bisnis profesional pertama yang Kevin didirikan dengan bermodalkan 150 juta rupiah. Modal itu ia dapatkan bukan dari pemberian orang tuanya, melainkan dari hasil tabungan jerih payahnya mengajar les privat piano sejak kelas 2 SMA.

pengusaha es krim
Berdasarkan pengakuannya, seperti yang dikutip dari Net TV, pemilihan nama "Luna" terinspirasi dari mitologi Yunani, yakni tokoh Luna yang merupakan sosok putri bulan. Kevin berharap agar usahanya tersebut akan secerah sinar rembulan. Dengan menggandeng Iqbal Fauzan sebagai artisan atau pembuat es krim, brand Luna kian berkembang. Produk buatannya bukan impor melainkan asli buatan dalam negeri dengan bahan terpilih dari produk lokal. Meski begitu kualitas terbaik menjadi prioritasnya.

Satu tahun beroperasi, kini sudah ada empat cabang yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta. Dengan jumlah pegawai 11 orang, omset yang berhasil didapat mencapai 30 hingga 70 juta rupiah per bulan.

Baca juga: Unik, Ini Wirausaha Es Krim Goreng

Sosok Kevin, merupakan salah contoh young entrepreneur yang patut ditiru. Bisnis adalah bakatnya. Sedari kecil, Kevin sudah terlihat memiliki jiwa bisnis. Aksinya dimulai sejak kelas 2 SD. Ia menyewakan buku hingga jualan kartu ucapan buatan sendiri. Tak mudah baginya mencapai hasil seperti saat ini. Bukan modal yang jadi kendala utama namun justru pengalamanlah yang ia rasa masih kurang. Pantang menyerah dan terus berusaha adalah kunci suksesnya. 

Untuk mengembangkan sayap bisnisnya, pemuda lulusan sarjana Teknologi Informasi Universitas Bina Nusantara ini juga punya usaha di bidang informasi teknologi. Bermodal pengalaman jadi staf IT, Kevin dan teman temannya mendirikan usaha pelayanan pengembangan perangkat lunak. Tak hanya itu, bersama Albert Ricardo, partner sekaligus guru pengembangan bisnisnya, Kevin ini juga bermain bisnis properti. Mereka sedang membangun dua proyek rumah toko atau ruko di Cibinong dan Cianjur. Dari bisnis, omset yang diraih senilai 10 miliar per tahunnya. Pekerja keras, tanggung jawab, dan sangat berbakat adalah gambaran karakter Kevin di mata rekan-rekan bisnisnya.

Kevin terlahir dari keluarga yang sederhana. Ia adalah anak pertama dari dua bersaudara. Orang tua Kevin, yakni Marlina dan Doni Feryanto, telah membiasakan anaknya hidup mandiri sejak dini. Sedari kecil Kevin adalah sosok yang kreatif dan bermental baja. Pesan rendah hati di segala kondisi selalu di sarankan orang tuanya. Sedangkan di mata adiknya, Kevin adalah sosok kakak yang hebat dan bertanggung jawab. Berkat Kevin jugalah, bulan Maret 2015, Kelviana bisa melanjutkan pendidikan sarjananya di Korea.

Sukses yang diraih tak lepas dari kebahagiaan orang tua dan keluarga. Ini adalah sumber inspirasi dan semangat Kevin dalam setiap usahanya. Kevin membuktikan bahwa keterbatasan tak menghalangi kesuksesan seseorang. Meski terlahir dari keluarga sederhana Kevin Feryanto mampu membuat kedua orang tuanya bangga. Di usia 23 tahun ini, dia sudah mempunyai penghasilan dari 50 hingga 100 juta rupiah per bulannya, dan omset hartanya mencapai miliaran rupiah. Niat, kreatif, dan kerja keras adalah kunci suksesnya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait