Hati-hati, Modus Penipuan Ini Mengincar Pemain Saham

Para penipu selalu berupaya mencari beragam cara untuk melakukan aksinya. Berbagai celah yang bisa untuk disusupi akan mereka lakukan sehingga tindakan modusnya mencapai kesuksesan. Kemajuan dan kecanggihan teknologi tak dapat menjamin tingkat keamanan yang mutlak. Para penjahat senantiasa mencoba menggali kelemahan - kelemahan yang bisa dimanfaatkan. 

Oleh karena itu, kita wajib selalu waspada terhadap beragam modus kejahatan, termasuk penipuan dan pembobolan keuangan pribadi. Seperti yang juga pernah menimpa beberapa anggota Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI). Seperti dilansir dari detikFinance, penipuan dilakukan dengan  modus operandi tertentu sehingga berdampak merugikan beberapa nasabah Perusahaan Efek.

Sebagai gambaran agar anda bisa waspada, berikut diuraikan secara singkat modus dan cara kerja penipuan yang menimpa beberapa anggota APEI:

1. Para penipu dengan menggunakan alat cetak tertentu membuat KTP palsu atas nama nasabah uang merdeka incar;

2. Berbekal KTP palsu tersebut, si penipu pergi ke bank untuk membuat nomor rekening bank atas nama nasabah yang dijadikan target. Di sinilah seharusnya pihak bank lebih berhati-hati dalam memproses penerimaan permohonan aplikasi buka rekening calon nasabah.

tipu saham
3. Selain untuk membuka rekening baru, KTP palsu tersebut juga dipakai untuk membuat SIMcard baru. Penipu membawa KTP palsu ke operator selular untuk meminta dibuatkan SIMcard baru dengan nomor yang sama seperti pemilik aslinya. Alasan yang sering dipakai untuk meloloskan aksinya adalah dengan mengaku HP hilang. Pada poin ini, pihak operator seluler harusnya lebih waspada dalam menangani modus seperti, dan jika perlu harus meminta surat keterangan hilang dari kepolisian.

4. Setelah berhasil memiliki nomor rekening dan simcard atas nama nasabah yang diincar, penipu kemudian menghubungi Broker untuk mengganti alamat e-mail yang sering digunakan nasabah untul logi.

5. Proses authentikasi melalui HP pun berhasil dilalui oleh si penipu karena ia menguasai nomor HP nasabah.

6. Setelah berhasil mengganti alamat e-mail dengan akun baru, si penipu kemudian mengajukan perubahan atau reset password yang biasanya dikirim ke alamat e-mail nasabah. Dengan langkah ini, si penipu pun secara utuh berhasil menguasai akun dan segala yang ada di dalamnya, termasuk juga kepemilikan saham.

7. Langkah terakhirnya adalah si penipu dengan segera melakukan penjualan semua saham yang dimiliki nasabah incarannya. Ia meminta kepada pembeli agar dana hasil transaksi dikirimkan ke nomor rekening bank yang telah ia persiapkan sebelumnya.

Demikianlah sekilas gambaran mengenai modus operandi yang dilakukan oleh penipu yang pernah menimpa beberapa nasabah di perusahaan efek. Diharapkan kita selalu waspada dan sering memeriksa akun elektronik yang kita miliki. Demikian juga pihak-pihak terkait agar segera mengambil langkah untuk mempersempit celah yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait