Bisnis Wisata Bersepeda, Omzet 250 Juta Rupiah Per Bulan

Bali menjadi salah satu provinsi penyumbang devisa negara terbesar di sektor pariwisata. Selama tahun 2013 Bali mampu menarik sedikitnya 3 juta wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Banyaknya wisatawan yang datang sekaligus membuka banyak peluang usaha, tak terkecuali para pengusaha sewa kendaraan bermotor. Tapi imbasnya, beberapa kawasan di Bali ternyata tak ubahnya menjadi seperti kota Jakarta, yakni kemacetan di mana-mana.

Penambahan jumlah kendaraan bermotor di Bali naik sebesar 14 persen per tahun. Pada tahun 2013 lalu jumlah kendaraan yang ada di Bali mencapai 2,7 juta. Hal ini tampaknya kian bertambah seiring meningkatnya laju pertumbuhan kendaraan di pulau Dewata ini, dan salah dampak negatifnya adalah polusi udara yang kian mengancam.

bisnis tour wisata
Berlatar pada kondisi tersebut, I Wayan Sujana memilih membuka usaha berbeda. Tak hanya mengejar keuntungan, ia juga memiliki visi menyelamatkan lingkungan Bali. Wayan merintis usaha wisata bersepeda sejak 2005 dengan menawarkan wisata ramah lingkungan di kawasan Desa Lalapan, Ubud. Modal awalnya hanyalah 4 unit sepeda gunung yang diperoleh dari bantuan teman (tourist) yang berasal dari Nelson, Kanada.

Setelah berjalan selama 9 tahun, kini ayah dari tiga orang anak ini memiliki sedikitnya 100 sepeda gunung. Dalam melakoni bisnis tour sepeda tersebut, Wayan menjamin keselamatan tamu-tamunya dengan asuransi jiwa. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan saat tamu mengikuti tour. Paket wisata tour ini dimulai dengan menjemput para tamu (wisatawan) dari tempat menginapnya, kemudian dilanjutkan dengan menyantap sarapan pagi dan suguhan kopi khas Bali. Sebelum tour dimulai, pemandu perjalanan menjelaskan rute yang akan ditempuh, termasuk juga prosedur keamanan saat mengendarai sepeda. Wisata bersepeda ini menawarkan banyak hal, mulai dari menikmati pemandangan hijau persawahan Ubud, juga berinteraksi langsung dengan penduduk lokal.

Para pemandu wisata biasanya akan sesekali berhenti di beberapa lokasi. Interakasi langsung dengan masyarakat menjadi nilai jual dari bisnis ini. Satu rombongan tour sepeda akan dikawal oleh dua pemandu wisata. Tak sedikit turis asing yang tertarik dengan paket wisata yang ditawarkan Wayan. Pengguna jasa wisata ini berasal dari banyak benua, mulai Australia, Eropa, hingga Amerika.

Selain ingin mengurangi dampak buruk dari laju polusi asap kendaraan bermotor, Wayan juga punya misi lain. Sebagian keuntungan yang diperolehnya, ia sumbangkan bagi kemajuan pendidikan di desanya. Hal inilah yang merupakan salah satu kontribusi bisnis. Jadi tidak hanya mengambil keuntungan semata, tetapi juga memberikan timbal balik bagi warga. Saat kecil, Wayan sempat merasakan sulitnya mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh karena itu, lulusan diploma pariwisata ini merasa bertanggung jawab bagi masa depan pendidikan anak-anak di desanya. 

Tour menghabiskan waktu hingga dua jam dengan jarak tempuh 26 km. Wayan menawarkan paket wisata tour sepedanya seharga 400.000 hingga 500.000 rupiah. Paket ini mencakup jasa perjalanan, sewa sepeda, hingga jamuan makan gratis. Dalam sehari, sekitar 20 wisatawan mengikuti tour. Jumlah ini akan melonjak pada musim liburan, dimana Wayan bisa menggaet hingga 100 wisatawan. Untuk mengembangkan bisnisnya, Wayan menggunakan teknik pemasaran door to door ke hotel, bekerjasama dengan agen perjalanan, hingga menyewa jasa webmaster untuk promosi di internet. Kini dengan dibantu 14 karyawannya, Wayan bisa mengantongi omset hingga 250 juta rupiah per bulan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait