3 Bank Nasional yang Ekspansi ke Luar Negeri

Membicarakan mengenai expansi perbankan nasional di luar negeri memang bisa dikatakan cukup sulit. Namun asas resiprokal kini menjadi prinsip utama dalam kesepakatan yang tergabung dalam ASEAN Banking Integration Framework (ABIF), dimana bank yang berekspansi ke suatu negara yang telah menyepakati ketentuan tersebut harus diperlakukan sama seperti bank lokal yang ada di negara tersebut.

Saat ini ada tiga bank BUMN yang ternyata sudah membuka kantor cabang di luar negeri, khususnya di Singapura. Yang pertama adalah BRI dengan membuka kantor cabang (offshore branch) yang dilakukan beberapa waktu yang lalu dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan juga pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Gedung Bank BRIKantor cabang tersebut hanya menangani transaksi nasabah warga negara Indonesia saja, atau bisa dikatakan belum menangani residence di sana. Bank kedua yang juga berekspansi ke luar negeri adalah BNI. Berbeda dengan BRI, Bank Negara Indonesia ini telah membuka cabang kantornya secara penuh (full branch) yang artinya warga negara setempat (Singapura) bisa menabung dan juga melakukan transaksi di Bank Negara Indonesia.

Bank ketiga adalah Mandiri yang hanya menangani remitansi saja untuk menangani transaksi warga negara Indonesia yang bekerja di negara Singa Putih tersebut.

Sebenarnya syarat - syarat apa saja untuk melakukan atau menerapkan asas resiprokal yang bisa dikategorikan berat tersebut? Bank yang mau berekspansi ke negara lain ternyata harus memiliki permodalan yang cukup kuat. Misalnya saja di Singapura, sebuah bank nasional yang ingin melantai di Singapura, harus menyediakan modal awal sebesar 3 triliun rupiah. Sementara di Malaysia dipatok sebesar 10 triliun rupiah atau sekitar 300 juta ringgit Malaysia. Hal ini rupanya masih digodok antara pemerintah Indonesia atau otoritas di Indonesia dan juga Malaysia untuk mengurangi syarat adanya permodalan tersebut karena dinilai terhitung tinggi. Syarat resiprokal berikutnya dan ketiga bank harus memiliki daya saing yang baik jadi tidak main-main untuk bank yang bisa membuka kantor cabang di sana tidak bisa yang memiliki kapitalisasi kecil tapi harus memiliki daya saing yang baik.

Lalu, bagaimanakah persyaratan jika bank asing ingin membuka cabang di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan mensyaratkan bahwa untuk membuka sebuah cabang di Indonesia, hal pertama yang wajib dilakukan adalah pihak investor harus mengakuisisi minimal 2 bank lokal. Syarat kedua harus mendukung penyaluran kredit sektor prioritas, misalnya sektor infrastruktur, pertanian, dan juga maritim. Yang ketiga menyetujui asas resiprokal, dan keempat mendukung pertumbuhan industri syariah.

Kini OJK dan Kementerian BUMN tengah menggodok dan juga menggagas untuk berusaha mengantongi asas resiprokal yang rencananya harus dilakukan atau didapatkan di akhir tahun 2015 ini, sehingga perbankan dalam lebih bisa berekspansi di luar negeri layaknya perbankan asing yang dengan mudah menjamur di Indonesia. Hal ini kita harapkan bisa terealisasi dengan cepat di tahun 2015.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait