Pertamini, Usaha Jualan Bensin Eceran dengan Pompa Mini

Saat ini, banyak kios bensin eceran yang sudah meningkatkan pelayanan penjualannya kepada konsumen dengan memakai peralatan yang lebih modern. Jika sebelumnya hanya menggunakan botol, kini bensin ditampung dan dituangkan ke tangki motor konsumen dengan memakai alat yang hampir sama persis seperti di SPBU. Ya, nama populer alat tersebut dikenal dengan istilah Pertamini. Pompa bensin ini bentuknya mirip dengan pom bensin di SPBU, namun ukurannya lebih kecil. Pompa Pertamini sungguh menarik konsumen, banyak pelaku usaha penjual bensin eceran ini yang mendapat untung berlipat. 

Seperti apakah gambaran usaha pom bensin Pertamini ini? Berikut sekilas gambarannya!

Produsen Pembuat Pertamini

pertamini pompa bensin miniSaat ini ada beberapa pengusaha yang membuka usaha bengkel pembuatan pompa bensin mini, salah satunya adalah  Karya Teknik Bersama (KTB), sebuah usaha keluarga yang dimotori oleh tiga bersaudara, yakni Andri, Indra, dan Ardi. Ide yang muncul empat tahun silam tersebut, berhasil mereka wujudkan dengan produk pom bensin berukuran 1x1 meter persegi. Namun menurut pengakuan mereka, seperti yang dikutip dari Okezone.com, saat awal menjalankan usaha penjualan bensin eceran dengan pompa mini tersebut, banyak orang yang mengira bahwa yang dijual tersebut adalah minuman pop ice. Kemudian seiring perjalanan waktu, akhirnya peralatan tersebut mulai dikenal orang, dan dua tahun kemudian banyak pedagang dan pemilik kios bensi eceran yang meminta untuk dibuatkan produk tersebut. Jadilah mereka beralih menjadi produsen penyedia pom bensin mini atau Pertamini.

Setelah dua tahun memproduksi secara masal, kini total produk yang sudah berhasil mereka produksi dan pasarkan lebih dari 4.300 unit. Dengan rata-rata produksi per bulan sebanyak 350 unit. Harga satu unit Pertamini yang berkapasitas 200 liter buatan KTB adalah sekitar 7,5 juta rupiah. Margin keuntungan untuk satu unit pom bensin mini tersebut berkisar antara 1/2 - 1 juta rupiah. Total omzet yang berhasil mereka kelola selama ini sekitar Rp2,625 miliar. Tidak mengherankan jika KTB meraup omzet yang fantastis, pasalnya produk stand Pertamini buatan mereka sudah booming di berbagai wilayah, seperti kawasan Jabodetabek, Bali dan Papua. Kini KTB mulai menyasar seluruh wilayah Pulau Jawa. Untuk memperluas dan memperkokoh pemasaran, mereka juga melakukan kerjasama dengan para reseller di berbagai daerah.

Cara Kerja Pompa Bensin Pertamini

mesin pompa spbu mini

Saat ini, teknologi yang digunakan pada pom bensin yang berkonsep Pertamini dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni versi manual dan versi elektrik. Untuk Pertamini manual, anda harus mengisi dan memompa bensin ke tabung atas dengan menggunakan pompa tangan. Di pasaran, harga pom bensi versi manual ini berkisar antara 6-12 juta rupiah, tergantung ukuran, kualitas, dan fitur tambahannya. Sedangkan Pertamini elektrik atau digital, biasanya menggunakan listrik sebagai tenaga pemompa dan juga tampilan pengukur mode digital. Bahkan mesin akan otomatis berhenti sendiri sesuai takaran bensin yang dibeli konsumen. Pertamini jenis ini lebih praktis dan modern. Namun, harganya lebih mahal (sekitar 15 juta rupiah) dan ada biaya operasional (listrik) yang harus anda tanggung untuk mengoperasikan Pertamini digital ini.

Sebuah produk pom bensin Pertamini yang umum dipasarkan saat ini terdiri dari 7 bagian, yakni atap (berisi neon box), tabung penampungan atas yang telah berisi skala ukuran, pompa penarik, selang dan noozle, tabung penyimpanan bensin, dan roda pada bagian bawah untuk memudahkan mobilisasi. Cara kerja alat ini cukup sederhana. Bensin yang diperoleh dari SPBU ditampung pada tabung penyimpanan bensin. Kemudian bensin dipompa agar naik menuju tabung penampungan atas yang umumnya berkapasitas 4-6 liter. Ketika ada konsumen yang ingin membeli bensin, maka bensin akan mengalir lewat selang menuju nozzle (keran tekan) yang langsung dicurahkan ke dalam tangki sepeda motor. Sungguh simple dan mudah. Konsumen pun dapat memantau langsung jumlah takaran bensin yang dikeluarkan dengan melihat garis skala pada tabung atas tersebut. Jadi tidak ada lagi perasaan curiga dan tertipu.

Prospek Usaha Penjualan Bensin Eceran dengan Pertamini

Banyak orang yang ternyata sudah membeli produk ini untuk lebih menarik para konsumen, terutama para pemilik usaha toko, bengkel, usaha jasa cuci motor, dan warung yang juga menyediakan bensin eceran. Pom bensin mini tersebut ternyata dapat mempercantik toko dan memberikan kesan modern dan profesional. 

Salah satu orang yang sudah menjual bensin eceran dengan alat ini adalah Nyoman Suardana, yang berada di pinggir jalan Cokroaminoto, Denpasar, Senin mengaku lebih untung menjual bensin mengunakan alat pertamini tersebut, ia juga merasa lebih cepat dan praktis. Bensin yang ia beli di SPBU seharga Rp 7.400/liter, ia jual ke konsumen dengan harga Rp 8.000/liter.

Apakah anda tertarik untuk menjual bensin eceran dengan pempa bensin mini?
Ada beberapa keuntungan dan hal positif yang diperoleh penjual bensin eceran dengan peralatan ini, antara lain: terkesan modern dan inovatif, aman, praktis, takaran literan pasti pas sehingga tidak ada yang merasa dirugikan, langsung bisa isi bensin ke semua kendaraan dengan nozzle seperti milik SPBU, memiliki kapasitas tampung besar, dan lebih potensial untuk laku (bahkan banyak yang mengatakan bahwa 2 bulan saja sudah balik modal).

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait