Nasib Baik Menimpa Profesi Cheerleader

Di setiap ajang pertandingan sepak bola maupun basket serta olahraga lainnya, biasanya salah satu hal yang menjadi daya tarik adalah adanya tim pemandu sorak atau cheerleaders yang beraksi di pinggir lapangan. Tujuannya tentu untuk memberi semangat para pemain yang didukungnya. Dengan gerakan yang dinamis disertai dengan sorak sorai maupun yel-yel tertentu, peran tim cheerleader dirasa cukup membantu dalam memotivasi para pemain dan penonton pendukung.

Nah, jika tahun-tahun lalu profesi sebagai anggota cheerleader hanya dipandang sebagai penghias dan penghibur pinggir lapangan saja, bahkan dengan jumlah bayaran yang tak seberapa, kini tampaknya telah sedikit berubah dan naik pamor serta dianggap sebagai sebuah pekerjaan profesional. Hal tersebut khususnya terjadi dan berlaku di salah satu negara bagian di Amerika Serikat, tepatnya di California.

gadis cheerleaderGubernur California, Jerry Brown pada pertengahan Juli 2015 lalu telah menandatangani undang undang baru yang mengangkat status cheerleaders atau pemandu sorak sebagai karyawan yang layak untuk mendapatkan perlindungan dan hak sama seperti para pegawai atau pekerja lainnya di California. Dengan pemberlakuan undang undang baru tersebut, maka mereka yang bekerja sebagai anggota pemandu sorak setidaknya akan mendapatkan gaji setara dengan upah minimum di California serta juga memperoleh hak kompensasi sesuai kinerja mereka.

Sebelum undang undang baru ini dibuat dan disahkan, profesi sebagai pemandu sorak atau cheerleaders diklasifikasikan sebagai kontraktor independen, yang artinya mereka tidak memperoleh perlindungan terkait hak dan kewajiban pekerja oleh undang undang perburuhan di negara tersebut. Namun hal ini sekarang tampaknya sudah berubah.

Perubahan undang undang ini tidak terlepas dari kemenangan para pemandu sorak Oakland Raiders yang mengajukan gugatan terhadap aturan tersebut karena mereka merasa tidak mendapatkan upah yang layak dalam setiap penampilan mereka. Bayangkan saja, mereka hanya dibayar kurang dari 5 dolar Amerika Serikat untuk setiap penampilannya dalam suatu ajang olahraga. Padahal untuk membentuk suatu tim cheerleader yang bagus dan profesional mereka harus melakukan latihan yang intensif serta membayar biaya perjalanan dan biaya promosi dengan menggunakan uang mereka sendiri.

Menurut Lorena Gonzales yang merupakan sponsor utama RUU tersebut, seperti dikutip dari laman CNN, menyatakan bahwa  seharusnya tidak ada perbedaan  terhadap perempuan di tempat kerja lainnya. Artinya para pemandu sorak harus diperlakukan bermartabat dan sama seperti dengan karyawan lain  karena juga memerlukan pengalaman khusus.

Gabungan pemandu sorak di negara bagian yang lain seperti Buffalo Bills dan Tampa Bay juga telah mengajukan gugatan untuk penerapan aturan ini. Sementara itu, negara bagian New York telah memperkenalkan undang undang bagi pemandu sorak yang sedikit mirip dengan undang undang baru di California. Atas pemberlakuan undang-undang tersebut, Badan Liga Sepakbola Nasional atau National Football League (NFL) telah meminta kepada semua tim sepak bola untuk mengikuti aturan ini. Namun hal tersebut tampaknya masih mengalami kendala karena anggota pemandu sorak disana dipekerjakan oleh tim bukan oleh NFL.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait