Inilah Tantangan UKM dalam Industri Ecommerce

Industri di bidang e-commerce tampaknya semakin prospektif, hal ini tidak terlepas dari kemajuan dan perubahan gaya hidup masyarakat dalam memanfaatkan internet untuk berbelanja. Sebagai salah satu penyokong industri e-commerce, maka sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berkualitas menjadi kunci suksesnya. Berlatar hal tersebut, Achmad Zaky yan merupakan CEO dan pendiri situs e-commerce Bukalapak.com menyatakan bahwa para pelaku usaha e-commerce di tanah air memiliki kewajiban moral dalam membina dan meningkatkan kualitas dan daya saing para UKM tersebut.

Menurutnya, UKM yang berkualitas harus terpercaya (trustworthy), dapat diandalkan (reliable), memiliki daya saing tinggi (kompetitif), menyediakan layanan yang berkualitas, serta mampu memberikan respon yang cepat. 

ukm bisnis ecommerceBerdasarkan pengalaman pribadinya, seperti yang dikutip dari jpnn.com, Achmad Zaky menceritakan pengalamannya saat mengunjungi kantor e-commerce terbesar di dunia, yakni Alibaba. Ia mengatakan bahwa sektor industri e-commerce di negeri Tirai Bambu tersebut sungguh luar biasa, karena hampir sebagian besar warga di sana sudah familiar dengan belanja online. Kepercayaan masyarakat terhadap sektor e-commerce tumbuh pesat karena disokong oleh profesionalisme para pelaku UKM di negara tersebut. Hal itu masih belum dapat disamai oleh para pelaku UKM di Indonesia. Ketika mereka mendapat pertanyaan atau kritikan dari konsumen, para pemilik UKM di China akan melakukan respon yang cepat. 

Selain itu, proses pengiriman barang pesanan juga dilakukan dengan mudah dan cepat. Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap bisnis para UKM yang bergabung di Alibaba, mereka menerapkan standar pelayanan tinggi. Jika ada kesalahan atau kekeliruan yang terjadi saat pengiriman barang, mereka tidak segan-segan untuk langsung mengganti dan bahkan memberikan bonus-bonus ekstra yang membuat para pembeli online menjadi merasa puas dan tentunya tidak akan kapok untuk belanja online lagi.

Zaky juga menjelaskan bahwa bisnis berjualan secara online memiliki nilai-nilai yang berbeda jika dibandingkan dengan melakukan penjualan secara offline. Tak sedikit penjual offline yang enggan untuk melebarkan jangkauan pasarnya ke dunia maya karena adanya tuntutan tersendiri dalam dunia bisnis online ini, salah satunya adalah kesiapan melayani konsumen kapan pun. Melakukan penjualan di internet harus real time yang artinya siap sedia setiap saat, dan dari mana pun calon konsumen membutuhkan barang. Hal inilah sebenarnya yang menjadi keunggulan melakukan pemasaran secara online. 

Zaky menegaskan bahwa tantangan e-commerce di Indonesia saat ini adalah para UKM harus mau berjualan secara online dan menerima perubahan gaya hidup masyarakat global yang ingin mendapatkan akses barang lebih gampang. Selain itu, UKM harus menerima dan siap dengan ketatnya kompetisi di pasar online. Menyadari hal tersebut, kedepannya para pelaku UKM di dalam negeri harus bisa menjadi lebih berkualitas, menyediakan layanan bagus, lebih reliable, dan juga lebih profesional dibandingkan saat ini.

Bos Bukalapak.com ini merasa optimis jika industri e-commerce Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari China, asalkan tantangan - tantangan tersebut bisa ditangani dengan baik oleh para pelaku UMKM, apalagi karakter dan daya beli pasar Indonesia tidak jauh berbeda dengan negeri Tiongkok tersebut.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait