Go-Jek, Bisnis Ojek dengan Sentuhan Teknologi Lokal

Ketika macet menghantui lalu lintas, menembus padatnya jalanan ibukota memang butuh perjuangan keras. Tak jarang, jasa ojek menjadi solusi. Melalui implementasi teknologi digital dan aplikasi mobile, kini layanan jasa antar ojek jauh terasa lebih mudah dan cepat. Ya, pemesanan Go-Jek dilakukan melalui aplikasi smartphone secara online. Pelanggan hanya perlu menerima konfirmasi dari call center Go-Jek dan menunggu pelayanan jasa yang diminta. Saat ini Go-Jek Indonesia terus melakukan expansi ke berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, dan Bali.

Setelah menawarkan jasa layanan antar jemput (ojek) melalui aplikasi online, dan terus meluaskan area jangkauan bisnisnya, Go-Jek pun terus berinovasi dengan merilis produk baru Go-Food.

naik go-jekBerbicara tentang inovasi bisnis, ternyata macetnya Jakarta pun justru menjadi peluang yang dibidik Go-Jek untuk menyediakan jasa layanan antar makanan lewat fitur barunya Go-Food. Konsumen tinggal membuka aplikasi Go-Jek di Smartphone, pilih fitur Go-food, lalu tentukan pilihan dari 15.000 restoran hingga warung makan kaki lima yang terdaftar. Satu dari 10.000 driver Go-Jek akan siap mengambil dan mengantarkan pesanan untuk anda. Biayanya lebih kurang Rp 25.000 per 6 KM, serta 4000 rupiah per tambahan satu kilometer. Ini adalah diluar biaya makanan yang dapat dibayarkan cash kepada driver Go-Jek maupun kredit.

Sekilas Sejarah Awal Pendirian Gojek

Go-Jek mulai dirintis dan diperkenalkan sejak 2011, dan sempat tenggelam karena sang pendiri, yakni Nadiem Makarim, sibuk menyelesaikan pendidikan S2-nya di Harvard University, Amerika Serikat. Kemudian di pertengahan tahun 2014 lalu, Nadiem memutuskan untuk full konsentrasi menjalankan bisnis jasa transportasi roda dua tersebut.

Dan kini siapa yang tak kenal Go-Jek, ojek beraplikasi dengan ciri khas warna hijau hijau tersebut, sekarang makin banyak terlihat menyusuri jalan jalan ibukota dengan para pelanggannya. Dalam satu tahun perjalanan bisnisnya, Go-Jek berhasil tumbuh menjadi penyedia jasa antar yang digemari masyarakat Jakarta. Banyak orang yang kini lebih beralih dari jasa tukang ojek biasa (ojek pangkalan) ke layanan Go-Jek karena dikenal sebagai jasa angkutan murah (tarif pasti), mudah, dan tak pakai ribet. Publik bisa dengan cepat memesan Go-jek lewat aplikasi yang bisa diunduh ke telepon pintar, plus Anda bisa memilih sendiri cara pembayarannya, bisa dengan uang tunai atau kredit Go-Jek dengan terlebih dahulu mentransfer sejumlah deposit ke bank tertentu atau pin korporat untuk perusahan - perusahan khusus yang telah bekerjasama dengan Go-Jek.

Bagaimana Strategi Bisnis yang Dilakukan Go-Jek Sehingga Menjadi Besar dan Berkembang?

Bisnis yang dibangun dengan cara inovatif dan mampu menjadi solusi, tentu akan mudah berkembang pesat. Nah, Nadiem Makarim bersama timnya berhasil menerapkan prinsip bisnis tersebut. Didaulat sebagai perusahaan jasa layanan antar roda dua ke dua di dunia, Go-jek berhasil tumbuh dengan cepat. Tak kurang dari 400.000 kali aplikasinya telah didownload oleh para pengguna smartphone dan tablet. Lalu, bagaimana cara Nadiem membangun startup di bidang bisnis transportasi ini?

Seperti yang dijelaskan dalam situs Okezone.com, ide awal Nadiem mendirikan bisnis ini adalah berawal dari kebutuhan pribadinya yang sering menggunakan jasa ojek untuk bepergian di kota Jakarta, meskipun ia sebenarnya telah memiliki mobil. Jasa ojek dinilainya lebih cepat dan efesien dalam menghadapi crowdednya ibukota. Sekian lama akrab dengan para tukang ojek, ia menyadari bahwa jika personal ojek sudah dapat dipercaya, maka cakupan jasanya bukan hanya sebagai tukang antar orang saja, tetapi bisa berperan sebagai kurir dan personal shopper. Dan keunggulan tersebut harus diwadahi dengan organisasi dan sistem yang profesional, ditambah dengan sentuhan pondasi teknologi. Sehingga pada tahun 2014, Go-Jek menjadi fully app business.

Memiliki ide kreatif dan sokongan teknologi mobile yang bagus, Nadiem berhasil menjadikan Go-Jek tumbuh pesat. Adapun beberapa strategi dan langkah awal yang ia lakukan dalam merintis Go-Jek antara lain:

#1 Membuat para armada driver (tukang ojek) menjadi senang bekerjasama (menjadi bagian) dengan Go-Jek. Caranya adalah dengan memberikan penghasilan lebih tinggi dari penghasilan mereka sebelumnya (saat menjadi tukang ojek konvensional). Dengan demikian, loyalitas dan rasa profesional akan tumbuh dengan sendirinya. Tentu hal tersebut menjadi pemberi citra positif bagi Go-Jek.

#2 Menyediakan layanan ke berbagai jasa, seperti jasa antar barang, tukang belanja, dan termasuk yang paling diminati adalah layanan pesan dan antar makanan dari lebih 15.000 restaurants dan warung-warung di Jabodetabek. Artinya Go-Jek tidak hanya fokus untuk satu layanan saja. Dengan cara ini, layanan Go-Jek akan semakin mengena di hati masyarakat.

Bagaimana Cara Menggunakan Aplikasi Go-Jek?

aplikasi gojek
Aplikasi Go-Jek bisa anda unduh pada smartphone anda, seperti ponsel Android atau iPhone melalui play store atau app store. Namun untuk memanfaatkan aplikasi ini, ada baiknya terlebih dahulu anda memastikan bahwa anda sedang berada di kawasan yang mencakup area layanan Go-Jek. Info layanan ini bisa anda lihat di sini! Setelah itu, yang perlu dilakukan tinggal melakukan pemesanan melalui aplikasi Go-Jek dengan mencantumkan daerah tempat anda ingin dijemput dan daerah tujuan yang anda inginkan. Kemudian admin akan memberitahukan Anda siapa pengemudi ojek yang melayani Anda lengkap dengan estimasi waktu kapan akan sampai di tempat anda ingin dijemput. Tarif pun bisa diketahui saat itu juga dan akan ditentukan berdasarkan jarak kilometer, bukan asal tembak dan saling tawar seperti yang umum terjadi pada layanan ojek konvensional.

Banyak pengguna yang mengaku semakin terbantu karena Go-Jek juga melayani jasa pengantaran barang seperti halnya kurir. Selain terjamin keamanannya, menggunakan Go-Jek juga dirasakan lebih praktis.

Go-Jek Disukai dan Ditentang

Keberadaan Go-Jek di ibukota saat ini memang sangat diandalkan oleh warga Jakarta. Hanya dengan memanfaatkan aplikasi telepon pintar, para penggunanya dengan leluasa bermobilisasi. Meski didukung oleh Pemprov DKI Jakarta, namun sayangnya keberadaan Go-Jek menuai keluhan dari para tukang ojek pangkalan. Mereka merasa tersaingi karena banyaknya pelanggan yang beralih ke jasa Go-Jek. Selain itu, beberapa pihak menganggap layanan Go-Jek yang memakai kendaraan roda dua tersebut tidak sesuai dengan peraturan, karena sepeda motor tidak layak dijadikan sarana jasa transportasi untuk publik. Namun, kemacetan parah yang sering terjadi di kota-kota besar membuat Go-Jek menjadi salah satu solusi saat ini.

Kepraktisan yang ditawarkan Go-Jek bagi masyarakat ibukota memang sangat memanjakan dan memudahkan. Hanya dengan mengunduh dan membuka aplikasinya di layanan ponsel pintar, mereka bisa diantarkan ke berbagai tempat atau mengirim makanan dengan tarif yang relatif terjangkau. Keberadaan Go-Jek pun mendapat dukungan penuh dari pemerintah Provinsi DKI karena dinilai dapat membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi (mobil) yang berujung pada kepadatan lalu lintas. Namun keberadaan Go-Jek menuai protes pengemudi ojek pangkalan yang justru menilai Go-Jek melalui sistem onlinenya tersebut telah merugikan mereka.

Sementara itu, banyaknya ancaman yang diterima para awak Go-Jek di media sosial baru - baru ini membuat aparat berwajib angkat bicara. Pihak kepolisian menghimbau para pengemudi ojek pangkalan untuk meredam emosi guna mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan. Dikutip dari Buletin Indonesia, Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tak akan segan-segan menindak para pelaku kekerasan dalam persaingan dua moda angkutan serupa ini.

Kalau pasar sudah memilih, semestinya para pelaku bisnis ojek konvensional bisa merubah sistem pelayanan mereka agar bisa bersaing dan disukai konsumen. Apalagi di tengah kemacetan Ibukota yang semakin menyiksa, jasa transportasi roda dua kini akan semakin dilirik masyarakat.

Berbicara mengenai dukungan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan terus mendukung operasional angkutan motor online Go-Jek, bahkan secara bertahap akan mengintegrasikannya dengan layanan bus Transjakarta sebagai sarana feeder.  Terkait rencana ini, PemProv DKI Jakarta menyatakan keseriusannya untuk mengintegrasikan angkutan umum sepeda motor online Go-Jek dengan sistem operasional Bus TransJakarta. Layanan Go-Jek akan dijadikan sarana pengumpan atau feeder bagi bus Trans yang akan dilakukan secara bertahap.  Pemprov berencana memasukan aplikasi Transjakarta ke dalam aplikasi Go-Jek, sehingga diharapkan dengan integrasi aplikasi tersebut, masyarakat dapat dengan mudah memantau keberadaan kedua armada, berikut waktu tempuhnya. Ini dapat membawa keuntungan signifikan bagi kedua pihak. 

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait