Sukses Membangun Bisnis Studio Rekaman Rumahan

Usaha rental studio musik tampaknya sudah cukup akrab di telinga kita. Pusat-pusat studio musik dengan perlengkapan instrument musik yang standard sudah banyak berdiri, bahkan juga di kampung-kampung-kampung. Para peminatnya tentulah para kawula muda dan pelajar yang ingin belajar ngeband dan menyalurkan hobi musik mereka. Nah, jika bisnis rental studio musik sudah banyak menjamur di berbagai daerah, maka tidak dengan pusat studio rekaman.

Bagi orang yang telah lama terjun menggeluti dunia musik, maka memiliki perlengkapan dan perlatan musik yang lengkap di rumahnya, atau telah memiliki studio pribadi sepertinya sudah menjadi hal wajib.

bisnis studio musikMemiliki peralatan musik maupun studio rekaman pribadi memerlukan modal yang tak sedikit. Ketimbang hanya digunakan sesekali saat akan membuat karya pribadi, maka ada baiknya studio beserta perlengkapannya tersebut dimanfaatkan untuk bisa menghasilkan uang yang lumayan. Caranya adalah dengan menyewakannya dan menawarkan jasa rekaman, khususnya yang menyasar para pemusik pemula yang ingin menciptakan karya musik dengan dana seminimal mungkin, tetapi dengan kualitas yang maksimal. Hal itulah yang kemudian dilakukan oleh Herquanto Bimanesh.

Dengan nama studio musik Egzalte Studio, dia memulai mengibarkan bisnis jasa penyewaan studio rekaman sejak tahun 2011. Sebelumnya, peralatan studio tersebut hanya digunakan untuk keperluan merekam karya-karya pribadinya saja. Ia melihat bahwa di kawasan Jabodetabek belum ada tempat  penyewaan studio dengan harga yang relatif murah, tapi berkualitas baik.

Untuk mendirikan rental studio rekaman tersebut, Bima mengaku modal awal yang ia habiskan sekitar Rp 150 juta rupiah. Dana investasi tersebut ia pakai untuk membeli perlengkapan peredam ruangan sebesar Rp 90 juta, satu set komputer senilai Rp 8 juta, alat rekam senilai Rp 15 juta, mikrofon seharga Rp 15 juta, dan sisanya digunakan untuk penyediaan instrument musik dan kabel.

Bima memberikan beragam fasilitas dan jasa yang menarik bagi para kliennya. Misalnya tracking yang biasanya dilakukan oleh band untuk merekam karyanya. Tarif yang dipatok untuk layanan jasa tracking ini adalah sebesar Rp 300.000 per shift, atau Rp 200.000 per setengah shift.

Selain layanan tracking, disediakan juga jasa mixing. Mixing dalam dapur rekaman merupakan proses pasca produksi yang bertujuan untuk mencampur segala jenis bunyi-bunyian agar terdengar sebagai satu-kesatuan yang harmoni. Untuk jasa mixing ini, Studio Egzalte mambadrol tarif sebesar Rp 250.000 per lagu. Proses selanjutnya adalah mastering yang bertujuan sebagai polesan terakhir untuk mengatur keseimbangan antara frekuensi dan volume sehingga karya musik yang dihasilkan menjadi layak tayang atau siap launching. Untuk memperoleh layanan ini, klien harus mengeluarkan duit sebesar Rp 150.000 per lagu.

Melalui Studio Egzalte tersebut, Bima menyalurkan keahlian bermusik yang ada dalam dirinya. Skill yang ia kuasai menjadi nilai plus bagi bisnisnya dan juga bagi para kliennya. Ia juga menerima jasa music aranging atau aransemen musik yaitu produksi musik mulai dari pemilihan jenis suara, aransemen bagian lagu dan musik, hingga proses rekaman instrumen sesuai dengan keinginan klien. Para klien yang memanfaatkan layanan ini biasanya para penyanyi solo. Tarifnya mulai dari harga Rp 400.000.

Selain jasa-jasa yang berkaitan dengan fasilitas rekaman tersebut, Bima juga bisa menerima permintaan atau pesanan pembuatan jingle untuk mempresentasikan atau promosi sebuah produk maupun event, serta pembuatan scoring atau aransemen musik latar untuk kebutuhan drama, opera maupun film. Egzalte memasang tarif untuk masing-masing jasa tersebut mulai dari Rp 500.000.

Dalam kegiatan perekaman di Egzalte Studio, Bima biasanya selalu menawarkan workshop untuk membahas konsep dan keinginan klien. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran kasar mengenai konsep yang diinginkan klien serta juga dapat memberikan proyeksi terkait hitungan efisiensi waktu dalam pengerjaan proyek tersebut. Setelah konsepnya dapat diterima, maka proses pengerjaan satu proyek paling cepat menghabiskan waktu sekitar dua jam.

Profesionalitas Bima dalam mengelola Egzalte studio, membuat bisnisnya banyak mendapat proyek. Dalam sebulan, ia rata-rata bisa menerima proyek sebanyak 12 shift tracking serta mixing atau mastering sebanyak 20 lagu, atau mendapatkan satu proyek dalam satu bulan yang memerlukan waktu sebanyak 20 shift. Menurut pengakuan Bima, konsumen yang disasar selama ini adalah para musisi pemula atau intermediate dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Biaya yang terbatas yang dimiliki para kliennya membuat ia mematok harga yang relatif terjangkau. Harga jasa yang murah tersebut menjadi daya tarik bagi para pelaku pemusik pemula. Untuk memperluas promosi, ia juga melakukannya melalui penyebaran flyer dan melalui media online, serta promosi dari mulut ke mulut. Untuk semakin memperkokoh lini bisnisnya, dalam waktu dekat, Bima berencana akan mengembangkan usahanya dengan menambah kelas kursus untuk instrumen musik, vokal, teori musik dan audio production.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait