Profesi Fotografer Bayi, Dari Hobi Menjadi Bisnis

Menghasilkan uang dari hobi adalah impian banyak orang. Sembari melakukan hal yang disenangi, kita juga akan memperoleh rupiah. Satu jenis hobi yang banyak dijadikan sebagai lahan bisnis adalah fotografi. Objek yang menjadi fokus dalam dunia fotografi ada beragam jenis, dan yang paling sulit prosesnya adalah objek bayi dan anak-anak karena biasanya mereka belum begitu paham tentang aktivitas fotografi, sehingga untuk membidik moment - moment yang bagus sangat sulit dilakukan. Namun, dibalik susahnya menghasilkan jepretan yang atraktif pada objek bayi dan anak-anak, ternyata ada sisi - sisi yang menyenangkan, seperti yang dirasakan oleh seorang fotografer anak-anak berikut ini. Inilah sepenggal kisah perjalanan profesi seorang fotografer khusus anak-anak.

Lensa 40 mm, kamera DSLR, dan alat alat untuk memotret sudah siap. Artinya, Alena Falencia pun sudah siap beraksi di balik layar kamera. Sudah hampir 6 bulan, perempuan yang biasa disapa Alena ini menekuni profesi barunya sebagai fotografer anak. Ekspresi polos anak-anak membuat Alena tak pernah merasa bosan membidikkan lensa kameranya.

fotografer bayi
Ilustrasi Fotografer Bayi & Anak
Awal ia memulai kerja sampingan sebagai fotografer anak (fotografer Kids studio) dilatarbelakangi oleh hobinya yang suka memotret anaknya dan hasilnya diunggah ke jejaring sosial. Jepretan foto dari hasil kamera ponsel yang ia posting di Instagram dan Facebook ternyata menarik perhatian teman-temannya. Sehingga hal tersebut membuatnya banyak menerima order dari sahabat-sahabatnya. Dari situlah ia mencoba membeli kamera DSLR agar lebih terkesan profesional dan menghasilkan bidikan foto yang lebih bagus.

Meski sibuk dengan aktivitas barunya, Alena tak pernah melupakan perannya. Ibu satu anak ini selalu membawa serta buah hatinya ke lokasi pemotretan. Perempuan 31 tahun ini selalu memilih ruang terbuka saat melakukan pemotretan. Selain bisa menghasilkan foto yang baik, ruang terbuka juga bisa menjadi arena bermain si kecil. Alena melakukan berbagai cara agar mendapatkan hasil gambar yang sempurna. Salah satunya dengan melakukan pendekatan personal seperti berkenalan dan berbagi cerita sebelum memulai pemotretan. Selain itu, ia juga mempersiapkan berbagai pernak pernik lucu yang dipasang di lensa untuk menarik perhatian anak yang difoto. Tak jarang, Alena juga meminta orang tua anak yang sedang di fotonya untuk terlibat dalam pemotretan. Sehingga si anak pun bisa lebih ekspresif.

Alena butuh waktu sekitar satu sampai dua jam saat menjalankan aktivitas pemotretan. Makanya tak heran jika hasil jepretannya bisa mencapai 700 frame untuk sekali sesi pemotretan. Lewat jemari mungil, Alena terus melebarkan bisnisnya. Seperti yang dilansir dari Net TV, untuk sekali pemotretan,  Alena memasang tarif sekitar 700.000 rupiah yang sudah termasuk biaya editing, cetak foto dan transportasi. Berkat kerja kerasnya, Alena berhasil meraup untung hingga 20 juta rupiah dalam 6 bulan pertama, serta punya banyak pelanggan termasuk yang berasal dari luar kota seperti Bandung - Jawa Barat. 

Nah, dari petikan kisah di atas, diketahui bahwa untuk sukses menjadi seorang fotografer anak-anak, ada beberapa hal yang wajib anda cermati, antara lain persiapan peralatan pemotretan yang bagus, keterampilan fotografi yang mumpini, penyediaan properti mainan untuk anak-anak, berjiwa sabar dan mudah bergaul dengan anak kecil, hasil akhir (cetakan) yang memuaskan, serta harga tarif yang kompetitif.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait