Ini Tips Agar Tepat Memilih Waralaba

Usaha yang berbasis kemitraan menjadi salah satu pilihan yang menarik khususnya bagi para pelaku usaha pemula. Saat ini di Indonesia ada ratusan perusahaan yang menawarkan konsep waralaba. Tentu ada yang sukses, ada pula yang gagal. Bagi anda yang ingin memilih suatu kemitraan yang berbasis waralaba, maka agar bisa berjalan efektif dan sesuai harapan untuk jangka panjang, anda harus pintar-pintar memilih tawaran waralaba yang paling cocok dengan kondisi anda. Menurut Messayu Shinta yang merupakan Wealth Optimation Coach dari Vanaya Institute - salah satu perusahaan konsultan yang menawarkan jasa pendampingan bagi para pemilik modal individual, mengungkapkan saran pendapatnya seperti yang dikutip dari bisnis.com, ia menekankan agar tidak salah pilih antara waralaba dan peluang usaha.

Menurut dirinya, kedua model bisnis kemitraan tersebut (waralaba dan peluang usaha) sangat berbeda meskipun sama-sama menawarkan format bisnis yang telah mempunyai produk, brand, dan sistem. Model bisnis waralaba (franchise) hanya boleh ditawarkan oleh perusahaan yang telah menjalankan usahanya atau beroperasi paling tidak sudah lima tahun. Di luar syarat itu, bukanlah franchise yang asli. Sedangkan kerjasama kemitraan yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang masa operasionalnya kurang dari lima tahun disebut dengan istilah peluang usaha. Jadi, jangan salah pilih terkait waralaba!

pilih waralabaMenurut Messayu, dalam memilih antara kedua jenis kerjasama tersebut strategi yang digunakan harus menyesuaikan karakter diri dan tujuan berbisnis dengan tipe usaha. Dia menambahkan bahwa jenis kemitraan dapat dikelompokkan dalam 2 type, yaitu tipe investor dan tipe enterpreneur. Adapun yang menjadi ciri khusus bisnis dengan tipe investor, antara lain: memiliki tujuan sebagai pasif income, sistem operasionalnya dijalankan oleh franchisor, kemudian lebih memfokuskan pada BEP investment, yakni bisa balik modal dengan cepat. Tipe ini ada pada waralaba.

Sementara itu, ciri khusus pada tipe enterpreneur antara lain: memiliki tujuan untuk business mastery, kemudian sistem operasionalnya dijalankan oleh franchise, tidak memfokuskan pada pencapaian balik modal yang cepat tetapi fokus pada BEP operation. Terdapat pada kemitraan bisnis opportunity alias peluang usaha.

Tidak adanya langkah untuk mencocokkan apa yang dicari dengan tipe usaha merupakan suatu kesalahan yang sering terjadi dan dilakukan oleh orang-orang yang mengalami kegagalan sehingga langsung gulung tikar hanya dalam beberapa bulan menjalankan bisnisnya.

Messayu memberi contoh, seseorang yang ingin memperoleh penghasilan berupa passive income dan ingin agar punya lebih banyak waktu untuk keluarga akan lebih cocok jika memilih bisnis franchise, misalnya waralaba Indomaret. Karena operasional pada suatu kemitraan waralaba (franchise) biasanya lebih banyak dikendalikan oleh pemegang merek atau pemilik waralaba.

Sedangkan bila anda menginginkan untuk melakukan bisnis secara full focus, artinya berbisnis dengan tujuan ingin mempelajari dan mendapatkan ilmu serta pengalaman sebanyak-banyaknya, maka lebih cocok untuk memilih kemitraan peluang usaha. Model kemitraan bisnis ini memberikan kebebasan bagi para mitra untuk berkreativitas memajukan usahanya. Selain menyesuaikan terhadap karakter diri dan tujuan bisnis, yang juga patut diperhatikan sebelum anda memilih jenis kemitraan adalah tawaran yang tersedia.

Bidang Kuliner Menjanjikan Margin Terbesar
Usaha di sektor kuliner dan minuman, menurut Messayu merupakan kemitraan yang berpeluang memberikan margin profit terbesar, sekitar 20% - 30% dari penjualan bersih. Hal ini tidak terlepas dari fungsi makanan dan minuman, yang merupakan produk yang dibutuhkan setiap hari. Artinya, repeat order untuk produk makanan dan minuman sangat tinggi. Anda bisa memulainya dari modal kecil.

Di urutan kedua bidang bisnis kemitraan yang memberikan keuntungan potensial adalah usaha di sektor ritel dengan presentase profit sekitar 5% dari omzet. Berdasarkan pengalaman Messayu yang juga menjadi franchisee minimarket mengatakan bahwa meskipun persentase labanya terlihat kecil, namun omzet sehari-harinya terbilang cukup besar.

Selanjutnya, usaha kemitraan yang juga disarankan oleh Messayu adalah di sektor pendidikan dan ritel atau perdagangan di bidang produk-produk kesehatan. Kedua bidang ini juga berpotensi menawarkan keuntungan yang cukup besar kepada investor.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait