5 Perusahaan yang Banyak PHK Karyawannya

Sepanjang tahun 2014 lalu tingkat pengangguran di Amerika Serikat menurut data pemerintah setempat merupakan yang terendah sejak tahun 2007. Namun berdasarkan catatan yang dikutip dari situs CNN ternyata masih ada beberapa perusahaan besar yang mengurangi jumlah karyawannya alias melakukan PHK dengan berbagai alasan. Perusahaan manakah yang banyak memecat karyawannya tersebut? Berikut sekilas uraiannya!

1. Halliburton 
phk
Halliburton merupakan sebuah perusahaan penyedia jasa pengeboran minyak dan gas yang berbasis di kota Houston - Amerika Serikat. Perusahaan ini telah memangkas lebih dari 10 persen para pegawainya atau sekitar 9.000 orang dalam dua kuartal terakhir. Alasan dibalik pemangkasan tersebut adalah karena adanya penurunan aktivitas pengeboran minyak. Bulan lalu, perusahaan Halliburton telah menyampaikan peringatan kepada manajemen dan seluruh staf karyawannya terkait rencana pengurangan jumlah pegawai. Nah, harga minyak dunia yang mulai merangkak naik pada beberapa pekan terakhir tampaknya menjadi berita baik untuk para pegawai di perusahaan jasa pengeboran minyak dan gas tersebut.

2. Baker Hughes 
Perusahaan yang berbasis di Texas ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang energi, khususnya di sektor minyak dan gas. Perusahaan ini dikatakan sebagai perusahaan yang paling agresif dalam merespon naik turunnya harga minyak dunia. Pada bulan Januari tahun 2015 lalu, Baker Hughes telah meng umumkan rencana pemangkasan sekitar 7.000 karyawannya serta mengurangi rencana investasi hingga 20 persen. Bahkan pada bulan april lalu, perusahaan ini berencana akan semakin banyak memangkas karyawannya sekitar 10.500 orang atau 17% dari total seluruh pekerjanya. Mereka juga telah menutup sekitar 140 fasilitas pengeboran minyak dan gasnya di seluruh dunia akibat dari jatuhnya harga minyak dunia hingga 50 persen lebih. Mereka juga melakukan penghematan hingga mencapai 700 juta dolar amerika serikat atau kurang lebih 9 triliun rupiah per tahun dengan cara mengurangi penggunaan inventaris. Memang sejak harga minyak dunia terjun terjungkal hingga 50 persen lebih, banyak perusahaan di Amerika yang telah mengumumkan pemangkasan jumlah karyawannya lebih dari 51 ribu pekerja.

3. Microsoft
Perusahaan teknologi dengan brand yang sudah cukup populer di seluruh dunia ini ternyata juga melakukan penyusutan pegawai untuk pertama kali sejak resesi besar di tahun 2007/2008. Perusahaan yang memproduksi sistem operasi windows dan office ini pada musim panas tahun lalu mengumumkan akan mengurangi jumlah karyawannya hingga 18 ribu orang. Pemangkasan ini terutama dilakukan untuk staf pegawai di divisi Nokia yang telah dibeli oleh Microsoft.  Pada akhir maret tahun 2015 ini, total pegawai Microsoft di seluruh dunia mencapai 118.584 orang yang ternyata berkurang dari jumlah pegawainya di bulan juni 2014, yang kala itu sebanyak 128.076 orang. Namun jumlah ini tetap dua kali lipat lebih tinggi dari jumlah pegawainya di tahun 2005 lalu. Satya Nadella yang menjabat sebagai CEO Microsoft memang berupaya agar perusahaan ini tetap eksis dengan melakukan berbagai efisiensi, termasuk pengurangan jumlah karyawan. Hal ini ternyata membuat saham Microsoft naik 16% sepanjang tahun 2014 lalu.

4. Schlumberger
Dampak anjloknya harga minyak dunia memang sangat mempengaruhi kinerja perusahaan di sektor ini, salah satunya adalah Schlumberger yang bergerak dalam jasa pengeboran minyak dan gas. Nilai harga minyak yang sebelumnya berada di level 100 dolar amerika serikat per barel dan jatuh menjadi sekitar 45 dolar per barel pada tahun ini membuat perusahaan ini mengambil kebijakan memecat banyak karyawannya. Pada bulan april tahun 2015 lalu perusahaan ini mengumumkan akan memangkas 11.000 para pekerjanya. Schlumberger mengalami penurunan omset kerjasama akibat sepinya order pengeboran bahkan jumlah proyek Schlumberger sejak oktober 2014 lalu turun hampir mendekati 60 %. Hal inilah yang membuat mereka melakukan kebijakan pemangkasan jumlah karyawan.

5. Hewlett Packard (HP)
Salah satu perusahaan yang juga memecat banyak karyawan adalah HP. Perusahaan yang bergerak di industri teknologi informasi ini telah mengumumkan akan mengurangi jumlah karyawannya sebanyak 21 ribu sepanjang tahun 2014 lalu. Rencana pemecatan karyawan tersebut merupakan yang terbesar yang pernah diumumkan oleh perusahaan di Amerika Serikat sejak maret 2014 lalu. Latar belakang pengurangan jumlah karyawan tersebut disebabkan karena HP ingin memisahkan diri menjadi dua jenis perusahaan dagang pada akhir tahun 2015 ini, dimana satu perusahaan akan fokus untuk pemasaran pc dan printer, sedangkan perusahaan yang lain akan fokus dalam penyediaan server dan software. Pada pertengahan Mei 2014 lalu, HP mengemukakan rencana pemecatan karyawannya sebanyak 16 ribu orang kemudian 5 bulan berikutnya mereka menambah 5.000 orang lagi yang akan terkena PHK. Berdasarkan catatan perusahaan, sejak tahun 2012 perusahaan yang banyak memproduksi pc dan laptop ini sudah mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap 34.000 karyawannya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait