4 Konsep Keliru Penggunaan Instagram untuk Bisnis

Sebagai sebuah layanan jejaring sosial yang masih baru tumbuh, Instagram rupanya telah menjadi salah satu pilihan media sosial yang digemari lebih dari 300 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Jejaring sosial yang fokus pada berbagi gambar ini semakin berkembang pesat seiring meningkatnya jumlah pengguna smartphone. Seperti yang kita ketahui, bahwa instagram adalah jejaring sosial yang hanya berbasis perangkat mobile, khususnya yang bersistem operasi iOS, Windows Phone dan Android. 

Semakin ramainya orang-orang yang telah memakai jejaring sosial yang diluncurkan pada tahun 2010 ini, membuat beberapa orang mencoba memanfaatkannya sebagai alat penunjang promosi bisnis.

bisnis instagram
Jika kita telisik lebih mendalam, fitur-fitur pada Instagram dapat dijadikan media untuk urusan bisnis. Instagram sendiri punya beberapa kelebihan yang mungkin sulit kita dapatkan dari jejaring sosial yang lain, diantaranya: 
  • Pengguna instagram umumnya adalah kelompok yang melek teknologi karena biasanya mereka sudah familiar dengan Facebook dan Twitter. 
  • Pengguna instagram adalah pangsa pasar yang potensial karena mereka biasanya berasal dari kelompok menengah ke atas yang memakai smartphone.
  • Pemakaian fitur yang sederhana, mulai dari editor gambar dan hastag akan memudahkan pengguna menemukan promosi produk anda.

Baca juga: 10 Tips Memanfaatkan Instagram untuk Bisnis

Namun, ternyata masih banyak pihak, baik personal maupun organisasi, yang ragu terhadap efektivitas penggunaan Instagram bagi urusan bisnisnya. Mereka melihat adanya beberapa kekurangan Instagram untuk tujuan bisnis, apa lagi jika dijadikan sebagai media jualan bagi para pebisnis kecil. Adapun nilai minus dari Instagram dalam hal bisnis, antara lain: 
  • Instagram hampir tidak memiliki fitur yang bisa mendukung toko online;
  • Display resolusi gambarnya berukuran lebih kecil karena berbasis mobile; dan
  • Penggunaan fitur chatting pada Instagram masih belum populer, sehingga masih sulit untuk aksi persuasif.

Selain melihat kekurangan tersebut, para pebisnis banyak yang masih belum mau memanfaatkan instagram sebagai platform pemasaran online karena di dalam benak mereka masih terdapat beberapa konsep keliru tentang instagram untuk bisnis, empat diantaranya adalah:

Miskonsepsi #1
Instagram hanya efektif pada bisnis jual produk 
foto instagram
Dengan mengunggah foto-foto cantik, Instagram sering dimanfaatkan untuk ajang promosi produk - produk terbaru, misalnya bisnis produk fashion, produk kecantikan, produk elektronik, dan bisnis jual barang lainnya. Para pemilik usaha di sektor jasa dan layanan yang tidak berbentuk fisik menganggap bahwa instagram tidak cocok untuk bisnis mereka, karena tidak ada foto produk yang bisa diposting. Inilah miskonsepsi yang sudah tertanam di sebagian besar benak para pelaku bisnis. Padahal jika anda jeli, ada beragam jenis foto yang bisa anda upload ke Instagram yang terkait bisnis anda. Misalnya Media Temple yang merupakan sebuah perusahaan penyedia server memposting foto karyawan mereka yang memegang sertifikat penghargaan "The Best for Work". Atau contoh lain perusahaan eBay mengunggah foto aksi sosial karyawan-karyawan mereka. Sedangkan perusahaan Hipmunk memasang foto merchendise mereka di Instagram. Ini artinya, para pebisnis "unreal product" pun bisa memanfaatkan Instagram untuk promosi bisnis mereka.

Miskonsepsi #2
Instagram hanya cocok untuk brand-brand besar
Banyak yang menganggap bahwa penggunaan Instagram untuk promosi bisnis hanya cocok diterapkan oleh perusahaan-perusahaan kelas kakap yang memiliki anggaran pemasaran besar. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena banyak pebisnis pebisnis kecil yang sukses berkat pemanfaatan instagram, seperti perusahaan kecil Mission Bicycle, Shwood, Almond Surfboards, dan Folk Fibers yang merupakan usaha rumah tangga kain perca.

Miskonsepsi #3
Instagram hanya dipakai untuk memajang foto produk  
Banyak pebisnis yang hanya menggunakan instagram untuk mempromosikan produk-produk bisnisnya secara satu arah. Artinya, ketika mereka telah berhasil membuat gambar-gambar yang "ciamik", mereka kemudian menguplodnya. Dan selesai! Hal inilah yang membuat komunikasi seperti berlangsung satu arah, tanpa adanya keterlibatan para pelanggan atau fans mereka. Dan jika ini sangat sering dilakukan, maka akun anda akan dicap sebagai spamming oleh fans anda. Oleh karena itu, upayakan sesekali agar tercipta keterlibatan dua arah, contohnya dengan menyelenggarakan kontes foto dan kampanye khusus. Buatlah hashtag khusus untuk kontes tersebut.

Miskonsepsi #4
Hasilnya tidak bisa diukur
Pemantauan dan pelacakan aktivitas media sosial menjadi hal yang penting untuk mengetahui efektivitas kinerjanya. Karena tidak ada alat built-in untuk Instagram, beberapa menganggap bahwa mereka harus melakukan tugas ini secara manual. Nah, sekarang telah tersedia analisis platform untuk memantau aktivitas Instagram ini, antara lain: SumAll, Statigram, SimplyMeasured, Nitrogram, dan GramPro.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait