Wanita Sukses Usaha Apron dari Kain Perca

Warna dan model apron yang ceria ini bisa membuat kegiatan di dapur menjadi lebih bergaya dan menyenangkan. Nah, siapa sangka dibalik pesonanya, apron ini sebenarnya dibuat dari kain perca. Kain perca adalah potongan-potongan sisa kain yang biasanya diperoleh dari industri tekstil atau di tukang jahit. Jika kreatif, kain perca yang tidak berguna tersebut bisa diolah menjadi produk yang ekonomis. 

Dengan sedikit kreativitas dan ketelatenan kain perca pun bisa diolah kembali menjadi aneka produk yang bernilai dan bermanfaat untuk berbagai aktivitas sehari hari. Di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Findia Widyastuti memulai usaha pembuatan apron atau celemek sejak tahun 2010.

celemek apron anak
Berawal dari kejenuhan bekerja, akhirnya ia memutuskan untuk berwirausaha di rumah. Bahan dasar apron yang digunakan adalah kain katun polkadot yang dipadu serasi dengan kain perca berbagai motif. Polkadot menjadi ciri khas produk apron buatan Findia.

apron kain perca
Untuk membuat apron cantik caranya cukup sederhana. Awalnya kain perca dipola sesuai dengan desain yang dipilih. Kemudian tempelkan perca dengan bermacam warna. Setelah itu sulam dengan tangan satu persatu. Inilah tahapan yang paling lama dan membutuhkan ketelitian tinggi agar produk yang dihasilkan berkualitas. Langkah terakhir, jahit beberapa bagian hingga membentuk produk yang diinginkan. Sekilas, proses pembuatan produk berbahan perca ini terlihat sederhana. Tapi untuk menghasilkan satu produk seperti apron atau bantal, bisa memakan waktu hingga dua hari. Menurut Findia, target pasar utama dari produknya adalah kaum ibu-ibu dan anak-anak, sehingga produknya senantiasa bertemakan ceria.

Berbagai kreasi kerajinan tangan perca dihasilkan Findia, seperti bantal, apron, tempat tisu, hingga tas souvenir. Produk cantik miliknya memang baru dipasarkan di kota Bandung dan Jakarta. Namun belakangan, produknya mulai dilirik oleh Malaysia. Untuk pemasarannya, ia mengandalkan media online. Satu produk dibandrol dengan harga mulai dari 55.000 rupiah hingga 250.000 rupiah. Setiap bulannya, Findia bisa mengantongi omset hingga 15 juta rupiah.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait