Tantangan Indonesia dalam Era Masyarakat Ekonomi Asean

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economic Community (AEC) sudah berada di depan mata. Dengan beragam potensi yang dimiliki Indonesia saat ini, seberapa kuatkah posisi Indonesia dalam memenangkan perang dagang di pasar bebas Asean mendatang? MEA akan mulai diimplementasikan pada Desember tahun 2015 mendatang. Beberapa negara sudah menyetujui untuk mengurangi semua batasan batasan perdagangan dan transaksi dagang antar negara di kawasan Asia Tenggara.  

Perdagangan bebas dapat memudahkan produk jasa apapun bisa masuk di lintas negara sekawasan Asia Tenggara. Apa saja yang akan terjadi (proyeksi) ketika implementasi MEA diterapkan? Kemungkinannya antara lain: efesiensi meningkat, ketidakpastian berkurang, infrastruktur membaik, dan ongkos perdagangan menurun.

masyarakat ekonomi asean
Nah, untuk menakar kekuatan Indonesia dalam menghadapi pasar bebas Asean, maka kita perlu melihat kelebihan ataupun kekuatan-kekuatan negara di Asean berdasarkan masing-masing potensi ekonominya.

Brunei Darussalam merupakan negara eksportir minyak terbesar di kawasan Asean. Sebagai negara minyak, 60 persen pendapatan negara berasal dari minyak bumi dan 90 persen berasal dari ekspor minyak mentah. Jadi kekuatan yang dimiliki oleh negara yang dipimpin oleh sultan ini terletak pada produksi minyaknya.

Kekuatan Malaysia yang cukup potensial adalah sebagai kawasan pasar obligasi syariah. Di negara ini juga merupakan ekonomi syari'ah yang terbesar di Asia Tenggara, dan pada tahun 2013 kontribusinya terhadap aktivitas perdagangan di Asean mencapai 19%.

Filipina merupakan negara dengan belanja rumah tangga yang terbesar di Asean yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi negara tersebut hingga 67 persen.

Singapura merupakan negara yang memiliki pendapatan perkapita terbesar di kawasan Asean dan juga jauh di atas rata-rata pendapatan perkapita global. Pendapatan perkapitanya mencapai kali lipat dibandingkan rata-rata pendapatan perkapita masyarakat di wilayah Asean.

Kemudian, Thailand merupakan negara yang berpotensi menjadi salah satu produsen otomotif, dimana pada tahun 2013 lalu tercatat telah melakukan ekspor 2,3 juta kendaraan bermotor.

Sementara itu, Indonesia sendiri dengan kekuatan populasi terbesar bisa menjadi salah satu kekuatan positif. Dengan jumlah penduduk sebanyak 248 juta jiwa  yang merupakan negara keempat terbesar di dunia dan lebih dari 17.000 pulau adalah salah satu bentuk potensi kekuatan yang bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan dalam memasuki era MEA.

Berdasarkan data kinerja dagang Indonesia di tahun 2013 lalu, diketahui bahwa aktivitas ekspor import Indonesia masih sebagian besar menyasar untuk wilayah di luar kawasan Asean. Artinya, Indonesia masih belum bisa memaksimalkan untuk perdagangan intra di wilayah Asean saja, dan hal ini akan menjadi suatu pekerjaan rumah agar Indonesia tidak hanya terkungkung untuk melakukan perdagangan diluar Asean saja, tapi juga bisa memanfaatkan wilayah potensi perdagangan di kawasan Asia Tenggara.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait