Susahnya Mempertahankan Pekerja Kompeten

Sebuah survey global terhadap terhadap 1637 perusahaan, termasuk 36 perusahaan di Indonesia, menemukan bahwa data bahwa lebih dari 70 persen perusahaan kesulitan merekrut dan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten. Apa saja alasan dibalik permasalahan tersebut? Berikut sekilas uraiannya.

Survei tersebut dilakukan oleh sebuah perusahaan SDM bernama Tower Watson yang merilis laporan Global Work for Study tahun 2014 dengan melibatkan 32.000 orang karyawan dari seluruh dunia, dari berbagai level dan juga demografi, termasuk 1000 karyawan yang ada di Indonesia.

karyawan profesional
Dari laporan tersebut ditemukan simpulan data bahwa problem tenaga kerja di Indonesia masih diwarnai oleh tidak adanya saling kesepahaman antara pemberi pekerja dengan para pekerjanya. Dua per tiga karyawan bertahan di sebuah perusahaan kurang dari 2 tahun. Data lainnya juga menyebutkan bahwa 70 persen perusahaan merasa sulit untuk merekrut dan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten. Tenaga kerja kompeten yang dimaksud dalam laporan tersebut adalah tenaga kerja profesional (ahli dalam bidangnya), bukan tenaga kerja fresh graduate.

Ada beberapa hal yang mencerminkan ketimpangan atau perbedaan persepsi antara pemberi kerja dengan tenaga kerja itu sendiri. Faktor penarik tenaga kerja adalah magnet penarik seseorang untuk memutuskan bekerja dalam sebuah perusahaan. Persepsi perusahaan adalah lebih mengutamakan pengembangan karir, sementara gaji pokok ada pada nomor dua. Sedangkan dari kacamata karyawan, yang pertama diutamakan sebagai daya tarik adalah gaji pokok dan nomor dua adalah jaminan pekerjaan.

Lalu hal apa yang membuat para karyawan dapat betah bekerja di sebuah perusahaan? 
Menurut persepsi perusahaan, faktor-faktor penahan tenaga kerja tidak ingin berpindah ke perusahaan lain, antara lain:  
#1 Gaji pokok
#2 Pengembangan karir
#3 Hubungan dengan atasan
#4 Manajeman stress
#5 Kesempatan berkembang
#6 Insentif jangka pendek

Sedangkan menurut persepsi karyawan, faktor-faktor penyebab mereka bertahan bekerja di suatu perusahaan antara lain:
#1 Gaji pokok
#2 Pengembangan karir
#3 Kepercayaan pemimpin
#4 Jaminan pekerjaan 
#5 Jarak ke kantor
#6 Hubungan dengan atasan

Perbedaan persepsi - persepsi diatas yang kurang dipahami oleh perusahaan, merupakan penyebab kegagalan mereka dalam mempertahankan loyalitas karyawannya. Sehingga 66% karyawan di Indoensia cenderung untuk meninggalkan perusahaannya setelah bekerja 2 tahun dan pindah ke perusahaan lain yang lebih menjanjikan.

Lalu, bagaimana cara mempertahankan loyalitas para karyawan? 
Menurut Tower Watson, kunci untuk mempertahankan loyalitas dan juga keterlibatan tenaga kerja antara lain pengelolaan SDM yang dikombinasikan dengan strategi bisnis dan SDM melalui program talent management yang mumpuni dengan menyesuaikan karakter bisnis terhadap para karyawannya yang unik yang masing masing merupakan memiliki ciri khas tersendiri.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait