Sukses Wirausaha Pembuatan Gantungan Pakaian (Hangers)

Gantungan baju atau hanger adalah alat atau perabot yang berbentuk bahu manusia yang dirancang untuk menggantungkan pakaian, seperti jaket, sweater, kemeja, blus, celana, rok atau pun gaun. Hanger bermanfaat untuk mencegah pakaian menjadi lecek. Berdasarkan bahan pembuatannya, ada tiga jenis gantungan pakaian, yakni hangers yang terbuat dari kawat logam, hanger kayu berbentuk menyerupai boomerang, dan yang ketiga hangers dari bahan plastik yang diproduksi dalam indsutri pabrik.

Para pelaku usaha pembuatan hangers rumahan biasanya memproduksi gantungan pakaian berbahan kawat atau pun kayu. Jika anda tertarik membuka usaha ini, silakan baca kisah-kisah sukses pengusaha hangers berikut ini.

usaha pembuatan hangers
Inilah bengkel pembuatan hanger atau gantungan pakaian di Desa Ngebrag, Gampeng Rejo, Kediri - Jawa Timur. Di musim penghujan, bisnis hanger pakaian kebanjiran pesanan. Dalam satu bulan, di butuhkan 8 ton bahan baku yang berupa kawah gulung. Dan dalam sebulan dihasilkan 10.000 lusin gantungan baju. Di musim hujan, permintaan produk hanger hingga 100 persen. Kini perbulan bisa dihasilkan 20.000 lusin gantungan baju.

Pemilik usaha rumahan ini adalah seorang pemuda lajang berusia 32 tahun, bernama Choiri Putu Alwijaya. Hanger kualitas biasa dijualnya seharga Rp 6.000 per lusin, sementara produk yang berkualitas lebih baik harganya dua kali lipat. Awalnya Choiri mendapat bahan baku dari limbah pabrik kertas. Namun kini kawat limbah sulit didapat, sehingga akhirnya ia membeli kawat gulungan untuk bahan baku. Selain menyalurkan untuk wilayah Jawa Timur, ia juga mengirimkan produknya ke Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi. Konsumen kerap datang langsung ke bengkel pabriknya untuk membeli secara langsung. Banyak konsumen yang lebih memilih hanger kawat dari pada hanger plastik karena lebih awet dan tidak mudah patah.

Meskipun sempat didera jatuh bangun dalam menjalankan usahanya, ia tak pernah patah semangat. Kegigihannya kini berubah manis karena usahanya telah menjadi sumber nafkah bagi 15 karyawannya dan keuntungan per bulannya pun rutin diraihnya.

Berbeda dengan Choiri yang memproduksi hanger kawat, Iin Fainusa dan suaminya yang mengelola Alvin Hanger, lebih memilih untuk menjadi produsen gantungan baju yang berbahan kayu. Usaha tersebut telah dilakoninya sejak empat tahun yang lalu. Awal bisnisnya tersebut dimulai dari ide untuk memanfaatkan limbah kayu, dan kini mengalami perkembangan positif karena telah menjadi supplier gantungan untuk jaringan hotel nasional maupun internasional. Pesanan datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Kalimantan, Mataram, Yogyakarta, Bali, Sidoarjo, Surabaya, serta ke Sumatra.

Alvin Hanger saat ini dalam tiap bulannya telah mampu menghasilkan 10.000 pcs gantungan pakaian yang dilakukan oleh sembilan pekerjanya. Beragam jenis hanger mereka produksi, misalnya gantungan standar dengan bahan pinus, gantungan tanpa palang, hingga wedding hanger. Untuk semakin memantapkan daya tarik bisnis, Iin Fainusa juga menerima pesanan pembuatan hanger custom untuk perusahaan fesyen atau distro-distro yang menginginkan kesan eksklusif. Selain itu, untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, maka pemasaran melalui internet tak boleh dilupakan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait